Muhammad Hasanudin | wsn | Senin, 15 Maret 2010 | 14:03 WIB
|
Share:
muhammad hasanudin
Ogoh-ogoh buatan warga Banjar Lantang Bejuh, Desa Sesetan, Denpasar ini siap diarak pada malam Nyepi.
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Nyoman Wira (depan) dan Made Sugata (belakang), membuat ogoh-ogoh di komplek Pura Agung Wira Satya Bhuana, Tanah Abang, Jakarta, Senin (23/3). Ogoh-ogoh ini akan diarak pada Rabu (25/3) untuk menyambut Nyepi. Ogoh-ogoh merupakan lambang roh jahat atau buta kala.
KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA
Pawai ogoh-ogoh (boneka berukuran besar dan berwujud raksasa) di persimpangan patung Catur Muka, Denpasar, Bali.
KOMPAS/Robertus Benny Dwi K
Patung ogoh-ogoh berbentuk pemain Italia, Gianluigi Buffon, dan penyerang asal Brasil, Ronaldinho, di Denpasar, Bali.
DENPASAR, KOMPAS.com - Menjelang malam pengerupukan atau malam Nyepi tahun baru Caka 1932, dari pagi hingga siang ini, terjadi kemacetan di sejumlah jalan protokol kota Denpasar khususnya di seputaran lapangan Puputan Badung Denpasar akibat banyaknya ogoh-ogoh yang dipamerkan di pinggir jalan.
Ratusan bahkan ribuan ogoh-ogoh ini menghiasi setiap penjuru pulau Dewata. Ogoh-ogoh ini malam nanti akan diarak keliling desa hingga kota untuk memeriahkan malam Nyepi dan juga menghibur para wisatawan yang tengah berkunjung ke Bali. Kemacetan panjang disebabkan banyaknya warga yang berhenti di jalan raya untuk mengabadikan gambar ogoh-ogoh, baik dengan menggunakan ponsel ataupun camera digital.
"Saya ingin melihat hasil kreativitas anak muda Denpasar dalam memeriahkan tahun baru Caka,” ujar Ketut Sudarma, warga Denpasar yang tengah asyik mengamati berbagai macam Ogoh-ogoh di Lapangan Puputan Badung Denpasar.
Bagi anda warga Denpasar dan sekitarnya, bila Anda ingin bepergian sebaiknya menghindari jalan Diponegoro, hingga jalan Veteran karena akan ada penutupan mulai pukul 15.00 WITA saat dimulainya lomba Ogoh-ogoh yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar.