Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:59 WIB
Jaja, Tersangka Teroris Tertembak Mati Dimakamkan di Lebak
| Abi | Senin, 15 Maret 2010 | 13:25 WIB
|
Share:
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR Seorang teroris terkapar tewas tertembak dalam baku tembak dengan aparat kepolisian di Desa Leupung, Aceh Besar, Jumat (12/3/2010).

LEBAK, KOMPAS.com - Jaja alias Pura Sudarma alias Umar Yusuf terorisme yang tertembak mati di Aceh akan dimakamkan di Desa Sajira Barat, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.
     
"Kami siap menerima jenazah Jaja untuk dimakamkan berdekatan dengan makam kedua orang tuanya," kata Sekretaris Desa Sajira Barat, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, A Sanusi, Senin (15/3/2010).
     
Sanusi mengatakan, saat ini keluarga sudah menunggu kedatangan jasad Jaja alias Pura Sudarma yang masih berada di  Jakarta. Jaja yang kelahiran Sajira itu tentu akan diterima warga untuk dimakamkan di kampung halamannya. Bahkan, rencana pemakaman Jaja sudah disiapkan di makam keluarga yang jaraknya satu kilometer dari tempat kediamannya.
     
Saat ini, kata Sanusi, warga belum melakukan aktivitas penggalian makam karena hingga kini mayat Jaja belum sampai di kampung halaman. Namun, keluarga sudah menyetujui untuk dimakamkan berdekatan dengan orang tuanya.
    
"Saya kira keluarga sudah setuju Jaja dimakamkan disini," katanya.
     
Di tempat terpisah, salah satu kerabatnya,  H Atang mengaku Jaja sudah lama meninggalkan kampung halaman di Desa Sajira Barat , sehingga warga tidak mengetahui kegiatan dia sehari-hari. Namun demikian, ujar dia,  jika dia pulang kampung selalu ramah, dermawan, dan suka membantu orang lain.
   
"Saya sendiri tidak menyangka dia bergabung dengan kelompok teroris," ujarnya.
     
Atang mengatakan, Jaja termasuk anak pandai sejak duduk dibangku SD sampai SMA di Rangkasbitung. Bahkan, nilai prestasi mata pelajaran kimia pada tingkat SMA juga cukup bagus dan kemungkinan dia pandai membuat dan merakit bom.
     
"Sepengetahuan saya dia itu orangnya pandai dan cerdas," katanya.
     
Sementara itu, suasana di rumah Jaja di Desa Sajira Barat, Kecamatan Sajira, tampak sepi dan hanya beberapa anggota keluarga yang menunggu kedatangan jenazah Jaja yang tertembak mati oleh pasukan Detasemen Khusus atau Densus 88 di Aceh, Jumat (12/3).   "Mudah-mudahan jenazah bisa cepat diambil untuk dimakamkan," kata Leni, salah satu keluarga Jaja.

Sumber :
ANT