Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:57 WIB
Panglima TNI: Latihan Tahun Ini Lebih Baik
Sandro Gatra | acandra | Sabtu, 13 Maret 2010 | 14:40 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Djoko Santoso menilai latihan gabungan antara TNI dan Polri untuk penanganan terorisme tahun ini lebih baik dibanding latihan yang digelar pada tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap agar kegiatan serupa rutin digelar pada tahun berikutnya.

"Harapannya kerja sama antara TNI dan Polri dalam menangani teroris akan semakin baik," ucap Djoko seusai menyaksikan simulasi penanganan penyerangan kelompok teroris ke Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (13/3/2010). Ikut hadir Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri dan para pejabat tinggi TNI dan Polri. 

Djoko menjelaskan, latihan bersama yang digelar setiap tahun itu untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan dalam penangan terorisme. Tahun ini, sebanyak 4.000 personel dari TNI dan Polri dikerahkan dalam latihan yang digelar di enam titik itu.

"Untuk antisipasi tantangan yang semakin kompleks, tentunya kita harus mengembangkan diri. Itu tentunya dengan latihan dan dukung peralatan dan persenjataan," jelas dia. 

Kapolri mengatakan, semua pihak harus mewaspadai telah keluarnya 242 mantan napi teroris setelah menjalani hukuman penjara. Hal itu terbukti dari kembali tertangkapnya mantan napi teroris dalam kasus yang sama. 

"Terorisme adalah musuh bersama. Kita tidak boleh lengah dan tetap waspada. Dengan pagelaran latihan ini menunjukkan, TNI dan Polri tidak memberi ruang kepada mereka (teroris)," tegas Kapolri.

Seperti diwartakan, TNI dan Polri telah menggelar latihan di Oil Rig di kawasan Kepulauan Seribu, Kapal Super Tanker di kawasan Pantai Ancol, Hotel Mercure di kawasan Ancol, Gedung Bursa Efek Indonesia, dan Hotel Borobudur. Simulasi terakhir akan digelar nanti malam di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.