Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:23 WIB
Austria Tingkatkan Kerja Sama dengan Jabar
Dwi Bayu Radius | primus | Sabtu, 13 Maret 2010 | 03:16 WIB
|
Share:

Bandara Husein Sastranegara - Bandung

BANDUNG, KOMPAS - Pemerintah Austria berniat meningkatkan kerja sama dengan Jawa Barat melalui pembukaan kantor konsulat di Bandung. Pembukaan kantor konsulat Austria bertujuan mempererat hubungan ekonomi Austria dan Jabar.

Duta Besar Austria untuk Indonesia, Klaus Wolfer di Bandung, Jumat (12/3/2010), mengatakan, pihaknya menganggap Jabar sebagai provinsi yang sangat penting. Selain sebagai provinsi dengan penduduk terbanyak, sekitar 44 juta orang, di Jabar juga terdapat berbagai perusahaan Austria.

Perusahaan itu misalnya terletak di Purwakarta, yakni PT South Pacific yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun. Dalam dua tahun terakhir, perusahaan itu menunjukkan perkembangan dengan investasi sekitar 150 juta dollar AS untuk membangun pabrik baru.

Selain investasi, perusahaan yang bergerak dalam bidang tekstil itu telah menyerap 300 tenaga kerja baru. Di Jabar, terdapat kurang dari 10 perusahaan Austria dan empat perusahaan di antaranya berskala besar. Klaus mengatakan, hubungan ekonomi Austria dan Jabar akan dipererat.

Nilai perdagangan kedua belah pihak akan ditingkatkan namun Klaus tak bisa memperkirakan persentase kenaikannya. Produk Austria yang dipasarkan di Jabar antara lain kertas, baja, dan mesin. Adapun produk Jabar yang diekspor ke Austria misalnya sepatu, tekstil, dan komponen elektronik.

Menurut Klaus, Jabar dengan penduduknya yang besar merupakan pasar yang sangat potensial. Austria sebagai produsen mesin tekstil dunia bisa memasarkan barang itu. Apalagi, Jabar adalah produsen tekstil terbesar di Indonesia.

Sekitar 60 persen tekstil di Indonesia berasal dari provinsi itu. Menurut Klaus, Austria juga bisa menawarkan teknologi perkeretaapian. Teknologi rel kereta api di negara itu sangat maju. Konsulat baru dibuka sekarang karena membutuhkan waktu.

"Kami ingin hubungan Austria dengan Jabar semakin dekat tapi harus melalui proses selama sekitar dua tahun. Tidak bisa begitu saja membuka konsulat," katanya.

Menurut Klaus , pihaknya juga berencana mengadakan hubungan dengan beberapa perguruan tinggi di Bandung.

Beberapa konsulat pernah dibuka di Bandung namun kemudian tutup. "Kami tak mau seperti itu. Konsulat Austria diharapkan buka untuk waktu yang lama," katanya. (bay)