Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 13:51 WIB
Kebangkitan PKI Berkedok HAM
Afrizal Akbar | msh | Jumat, 12 Maret 2010 | 09:48 WIB
|
Share:

C5-10
Puluhan massa anti Partai Komunis Indonesia (PKI) yang tergabung dalam Aliansi Forum Pembela Tanah Air (Forpeta) menggelar aksi unjuk rasa melawan kebangkitan PKI gaya baru di depan gedung DPRD Jatim Jl Indrapura Surabaya

TERKAIT:

SURABAYA, KOMPAS.com — Massa Aliansi Forum Pembela Tanah Air atau Forpeta, yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jatim, Jumat (12/3/2010) pagi ini, menuntut tiga dusta PKI.

Koordinator aksi Forpeta, Drs H Hayan, dalam orasinya, menyebutkan, PKI dalam era reformasi ini, baik tokoh tua maupun mudanya, menyatakan diri sebagai pejuang hak asasi manusia. Fakta menunjukkan, komunis telah membantai 120 juta manusia (1917-1991), berarti mencabut nyawa 187 orang per jam atau 20 detik per orang selama 3/4 abad di 76 negara.

Di seluruh dunia, 24 negara komunis didirikan atas dasar diktator proletariat. Tidak ada satu pun yang didirikan melalui proses pemilihan umum yang demokratis. ”Semua dilakukan dengan kekerasan dan berdarah-darah sehingga jika saat ini mereka menyatakan prodemokrasi, itu dusta!” ungkapnya.

PKI juga kerap menyatakan tidak antiagama. Ia mengatakan, dari fatwa Karl Max sudah dijelaskan, agama harus dihancurkan karena agama mengilusi rakyat dalam memperoleh kebahagiaan yang sejati. Eksistensi agama tidak masuk akal dan Tuhan adalah konsep yang menjijikkan.

”Dari tiga dusta yang diucapkan serta dilakukan PKI ini, kami mengecam keras jika mereka (PKI) dalam bentuk apa pun kembali dalam kancah politik Indonesia,” ungkapnya.