Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:44 WIB
JELAJAH MUSI 2010
Musi Masih Jadi Sarana Pengangkutan Kayu
| Jumat, 12 Maret 2010 | 04:00 WIB
|
Share:

Musi Banyuasin, Kompas - Sebagian daerah aliran Sungai Musi hingga kini masih dimanfaatkan sebagai sarana pengangkutan hasil hutan, terutama kayu gelondongan. Kayu- kayu tersebut digunakan untuk membangun rumah panggung warga atau dijual ke Lampung.

Demikian salah satu pemantauan tim ekspedisi Jelajah Musi 2010 Harian Kompas ketika melalui rute Desa Ngulak I, Kecamatan Sangadesa, Kabupaten Musi Rawas, saat menuju ke Sekayu, ibu kota Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (11/3). Pada hari keempat, tim menempuh perjalanan air sepanjang 88 kilometer.

Ada dua tempat pengepulan kayu gelondongan di Sangadesa, yakni di Desa Muara Rawas dan Desa Tanjung Raya. Di kedua lokasi itu tidak terlihat aktivitas pemotongan kayu. Namun, di tepi jalan yang berdekatan dengan lokasi pengepulan terlihat aktivitas pengangkutan papan- papan kayu.

Selain itu, tim juga melihat ada dua kapal motor yang memandu dan menarik kayu gelondongan sepanjang puluhan meter, kemarin.

Kayu-kayu tersebut panjangnya sekitar 4 meter dengan diameter 30-80 sentimeter. Rangkaian kayu disatukan dengan tali kawat baja seukuran jari di bagian tengahnya dan dipaku pada kayu yang dipasang melintang di sisi tepi.

Menurut beberapa warga, kayu tersebut ada yang dimanfaatkan untuk pembangunan rumah dan ada juga yang dijual.

Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Selatan Sigit Wibowo mengatakan, ada mekanisme izin khusus yang dikeluarkan dinas kehutanan kabupaten/kota untuk pemanfaatan hasil hutan. ”Aturan itu namanya izin pemanfaatan kayu tanah milik. Ini diberikan di lahan milik warga,” katanya.(ONI/MZW/HLN/JAN/MUL)