CIANJUR, KOMPAS.com — Sedikitnya empat rumah beserta penghuninya tertimbun longsoran tanah dari tebing setinggi 70 meter di Kampung Ciawitali, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, sekitar 48 km dari pusat kota Cianjur, Kamis (11/3/2010).
Suryana, petugas di Polsek Sukanagara, menyatakan bahwa tebing setinggi 70 meter yang mengelilingi kampung itu ambruk dan menimpa rumah akibat hujan yang turun dengan deras dari siang hingga sore.
Hingga pukul 20.15, proses pertolongan terhadap empat keluarga yang tertimbun masih mengalami kendala, terutama karena gelapnya perkampungan itu akibat ketiadaan fasilitas penerangan.
Dalam keadaan biasa, perkampungan itu ditempuh selama empat jam dari kota Cianjur karena sulit dicapai dengan kendaraan.
Polisi setempat menyebutkan, longsor juga memutuskan akses jalan utama yang menghubungkan desa tersebut ke Kecamatan Sukanagara.
Mengutip keterangan saksi, polisi menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi ketika hujan turun deras siang hingga sore sehingga sebagian warga memilih untuk berada di dalam rumah.
Sekitar pukul 17.30, terdengar suara gemuruh dan dentuman akibat tebing setinggi 70 meter yang berada di sekeliling kampung longsor.
"Ketika itu, warga yang berada di dalam rumah tidak sempat menyelamatkan diri. Dalam hitungan detik, longsoran tanah menutup empat rumah beserta penghuninya," kata Suryana.
Hingga malam hari, upaya penggalian masih dilakukan oleh masyarakat sekitar serta dibantu aparat kepolisian dan koramil.
"Sampai pukul 19.30, warga dan aparat masih melakukan pencarian dengan cara manual, meskipun minim penerangan," kata polisi itu.
