SEKAYU, KOMPAS.com - Setelah lebih dari satu bulan tidak bisa menyadap getah karet, petani karet di wilayah Musi Rawas ataupun Musi Banyuasin kini mulai bisa menyadap. Sebelumnya, akibat tingginya luapan air sungai Musi yang merendam tanaman karet, petani karet tidak bisa bekerja.
Pemantauan tim ekspedisi Kompas "Jelajah Musi 2010" di wilayah sungai Rawas yang merupakan salah satu sub das Musi, Kamis (11/3) menunjukkan, banjir sudah surut dan meninggalkan bekas-bekas rendaman setinggi dua hingga tiga meter. Bekas-bekas rendaman terlihat jelas di dinding rumah, tiang rumah, ataupun batang-batang pohon keras.
Saat ini petani karet sudah mulai menyadap getah karet. Sebelumya, selama hampir satu setengah bulan mereka tidak bisa menyadap karet karena areal perkebunan terendam banjir pasang Sungai Rawas.
Menurut Kartini, salah satu warga Ulak Umbacang, Kecamatan Sangadesa, Kabupaten Musi Banyuasin, dia memiliki sebidang lahan perkebunan karet atau seluas dua hektar. Dia sudah mulai menyadap empat hari terakhir. "Harga karet saat ini berkisar Rp 9.000-10.000 per balok karet mentah dan saya bisa mendapatkan sekitar 40 kilogram per hari," katanya. (HLN/ONI/MZW)


