Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:26 WIB
Jelajah Musi 2010
Bekas-bekas Banjir Terlihat di Sepanjang Sungai Musi
Bonivasius Dwi P | ksp | Kamis, 11 Maret 2010 | 13:03 WIB
|
Share:

Kompas/Wisnu Widiantoron
Tebing-tebing curam dan hutan yang lebat mengapit Sungai Musi yang mengalir antara Pendopo Lintang - Tebing Tinggi, Sumatera Selatan, Kamis (18/2). Di rute tersebut terdapat jeram-jeram berbahaya untuk dilalui.

TERKAIT:

SEKAYU, KOMPAS.com - Kendati luapan air sungai Musi mulai surut, namun bekas-bekas banjir masih terlihat di tepi kanan kiri sungai. Bangunan sekolah, permukiman, ataupun perkebunan karet yang masih terendam setinggi 50 sentimeter juga terlihat di beberapa titik.

Pemantauan tim ekspedisi Kompas "Jelajah Musi 2010", Kamis (11/3) di sepanjang sungai Musi di wilayah Sangadesa hingga Babat Toman di Kabupaten Musi Banyuasin menunjukkan bekas-bekas banjir terlihat jelas.

Banjir ini mematikan tanaman pisang karena terlalu lama terendam di dalam genangan air. Selain itu, tanaman karet usia muda juga terendam setinggi setengah meter. Luapan air sungai Musi yang sempat menggenangi permukiman bahkan melimpah ke jalan provinsi penghubung Musi Rawas dengan Musi Banyuasin mulai surut.

Yang menarik, tim juga menyaksikan bahwa Sungai Musi di daerah aliran sungai sudah mulai digunakan untuk angkutan kayu. (HLN/ONI/MZW)