Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:30 WIB
Adik Dua Polisi yang Tewas di Aceh Minta Jadi Polisi
Sandro Gatra | ksp | Rabu, 10 Maret 2010 | 17:22 WIB
|
Share:
SERAMBI/M ANSHAR Pasukan Brimob kembali usai melakukan pengepungan kelompok teroris di Desa Lamkabeue, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Sabtu, (6/3/2010). Dalam sepekan terakhir, operasi pengepungan dan kontak tembak telah mengakibatkan empat anggota polisi gugur, dua anggota jaringan teroris tewas dan 14 lainnya berhasil ditangkap hidup-hidup.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengatakan, Polri akan memberikan perhatian kepada tiga keluarga anggota kepolisian yang tewas saat penggerebekan kelompok teroris di Aceh. Pihaknya akan memberikan bantuan dalam berbagai bentuk sebagai penghargaan atas jasa-jasa almarhum.

"Tadi pagi pukul 10.00 saya selaku Kapolri mengundang keluarga dari tiga anggota kami yang tewas. Kami berikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan," ucap Kapolri di Mabes Polri, Rabu (10/3/2010). 

Kapolri menjelaskan, ketiga polisi, yaitu Brigadir Boas Woasiri, Brigadir Dalman Syah, dan Brigadir Sri Hendarti Kesuma, tewas saat kontak senjata dengan kelompok teroris di pegunungan di Lamkabeu, Aceh Besar. Ketiganya diberikan anumerta atau kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. 

Untuk keluarga Boas, kata Kapolri, istri Boas meminta diberikan kesempatan bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Polri untuk dapat menghidupi anak yang dikandungnya serta anak pertama dia bernama Imanuel (4). "Saya putuskan untuk diberi kesempatan jadi PNS," ucap dia.

Sementara untuk keluarga Sri Hendarti dan Dalma, tambah Kapolri, mereka meminta agar adik dari kedua almarhum dapat diterima menjadi anggota polisi. "Nanti pada pendaftaran berikutnya kami beri kesempatan jadi anggota Polri dengan kelebihan dan kekurangan," jelas Kapolri.

Seperti diberitakan, selain tiga polisi tewas, beberapa anggota polisi terluka saat kontak senjata. Dari pihak teroris, polisi menewaskan tiga orang dan menangkap 14 orang di Aceh.