Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:30 WIB
Warga Yakin yang Sering Datang Itu Ridwan dan Hasan
Leo Sunu | Edj | Rabu, 10 Maret 2010 | 17:21 WIB
|
Share:

TANGERANG, KOMPAS.com — Warga yakin bahwa orang yang sering datang ke rumah kontrakan Marko dan Tari di Gang Madrasah, Jalan Salak, Pamulang Barat, itu adalah Ridwan dan Hasan. Ridwan dan Hasan merupakan dua pengawal Dulmatin yang tewas dalam penyergapan di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang Barat.

"Ya memang itu orangnya (Ridwan dan Hasan). Saya yakin pas tadi lihat di televisi, kok sama dengan yang sering datang itu," kata Eka Hutagalung, salah seorang warga di Gang Madrasah, Rabu (10/3/2010).

Marko dan Tari merupakan salah satu pengontrak di sebuah rumah kontrakan di Gang Madrasah. Ia sudah mengontrak di kawasan itu selama lima bulan terakhir. Keduanya tiba-tiba hilang setelah terjadi penyergapan teroris di Warnet Multiplus, tak jauh dari situ.

Ia mengatakan beberapa kali melihat Ridwan dan Hasan datang berkunjung. Keduanya bahkan kadang datang menggunakan sebuah motor Suzuki Thunder, sama seperti yang digunakan keduanya saat penyergapan di Gang Asem. "Kalau datang mulai siang sampai malam," tuturnya.

Namun, Ridwan dan Hasan tidak pernah bertegur sapa dengan para warga sekitar. Marko dan Tari pun juga tak pernah berinteraksi dengan tetangganya. Eka mengatakan, Marko diperkirakan berusia sekitar 40 tahun dengan wajah khas Arab. Sementara Tari biasa mengenakan pakaian tertutup dan bercadar. "Mereka ngakunya suami istri. Tapi sama kita (tetangga) enggak pernah ngobrol. Malah sering buang muka," ungkapnya.

Hingga kini, baik Marko maupun Tari belum diketahui keberadaannya. Menurut Eka, polisi terakhir kali datang pada pagi tadi. "Mereka geledah rumah. Bawa barang dari dalam, ada kardus dan jeriken. Enggak tahu isinya apa," terangnya.