SANGADESA, KOMPAS.com- Warga yang tinggal di bantaran sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Musi di Sumatera Selatan, masih memanfaatkan alur sungai itu untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) sehari-hari. Warga umumnya membuat jamban dari rangkaian kayu atau bamboo, yang dilengkapi dengan bilik kayu untuk keperluan buang air.
Pemanfaatan air sungai untuk keperluan sehari-hari di sungai, karena umumnya warga yang tinggal di tepi Musi tidak memiliki sumur atau kamar mandi. Namun untuk keperluan minum, warga telah memanfaatkan air bersih dari PDAM.
“Untuk minum dan masak kami memanfaatkan air PDAM. Kalau mandi, enakan di sungai,” kata Jaya Kusuma (51), warga Desa Ngulak I, Kecamatan Sangadesa, Kabupaten Musirawas.
Seperti yang terpantau tim Jelajah Musi 2010 tiga hari ini, jamban tersebar di sepanjang DAS mulai Desa Tanjungraya, Kecamatan Pendopo,Kabupaten Empat Lawang, hingga Sangadesa.
