Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:47 WIB
Keluarga Berharap Jenazah Dulmatin Dimakamkan di Pemalang
Siwi Nurbiajanti | mbonk | Rabu, 10 Maret 2010 | 15:15 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Kepala Pusdokkes Mabes Polri Brigjen dr Musaddeq Ishaq menunjukkan foto tersangka teroris Dulmatin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2010). Pihak kepolisian melalui hasil tes DNA dan ciri fisik lainnya, memastikan Dulmatin sebagai salah satu dari tiga tersangka teroris yang tewas saat penggerebekan di Pamulang, Selasa 9 Maret 2010.

PEMALANG, KOMPAS.com — Keluarga berharap jenazah tersangka teroris yang paling diburu di Asia Tenggara, Joko Pitono alias Dulmatin, bisa dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya di Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Harapan tersebut disampaikan ayah tiri Dulmatin, Jazuli (57), seusai menyaksikan penjelasan resmi Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri melalui televisi di Pemalang, Rabu (10/3/2010). "Kami berharap keluarga kami bisa dimakamkan di sini, di kampung halamannya," ujar Jazuli.

Tidak ada reaksi khusus dari sejumlah sanak famili ketika Kapolri menyebut salah seorang korban tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Pamulang, Selasa (9/3/2010), adalah Dulmatin. Ketika nama Dulmatin disebut, Jazuli tengah melayani seorang pembeli. Ibu Dulmatin, Masniyati, membuka toko di rumah itu.

Namun, Masniyati tidak ikut berkumpul bersama sanak famili menyaksikan penjelasan Kapolri. Salah seorang keluarga menyampaikan, Masniyati tengah tinggal di rumah salah seorang anaknya.

"Biasa saja," ujar Jazuli singkat ketika ditanya bagaimana perasaannya.