Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:29 WIB
Dibantah, Latgab Pasukan Elite TNI/Polri Terkait Obama
Wisnu Dewabrata | Glo | Rabu, 10 Maret 2010 | 15:10 WIB
|
Share:
DHONI SETIAWAN Pasukan TNI dari satuan Intai Tempur Kostrad melakukan penyergapan teroris yang menguasai obyek vital saat latihan gabungan dengan TNI di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (9/3/2010). Latihan bersama ini untuk penanggulangi ancaman aksi terorisme di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen membantah informasi yang menyebutkan bahwa latihan gabungan antiteror yang melibatkan pasukan elite di tiap kesatuan TNI/Polri digelar dalam rangka persiapan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia.

"Bukan, enggak ada hubungannya. Ini latihan gabungan rutin. Tahun 2008 kita sudah gelar, ini latihan kedua tahun ini," kata Sagom saat dihubungi, Rabu (10/3/2010) sore.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasukan khusus dari tiga matra TNI dan juga dari Kepolisian RI akan menggelar latihan bersama penanggulangan aksi teroris. Mereka terdiri dari Satuan 81 Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus (Gultor Kopassus) TNI Angkatan Darat, Detasemen Jala Mangkara (Den Jaka) TNI Angkatan Laut, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut, Detasemen Bravo (Denbravo) TNI Angkatan Udara, dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Kepolisian RI.

Dalam siaran persnya, Kapuspen Mabes TNI Marsda Sagom Tamboen menyatakan, latihan gabungan tersebut akan digelar pada 11-13 Maret 2010 yang berlokasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Latihan akan dibuka oleh Panglima TNI dan Kapolri pada tanggal 11 Maret 2010 di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, dilanjutkan dengan latihan tanpa pasukan (Geladi Mako) selama dua hari dan disusul latihan dengan pasukan (Geladi Lapang) pada tanggal 13 Maret 2010 di beberapa obyek vital yang ada di Jakarta.

Latihan yang dinamakan Latihan Kesiapsiagaan dan Ketanggapsegeraan dalam Penanggulangan Aksi Teror tersebut menggunakan nama sandi "Waspada Nusa II".

Tujuan utama latihan kali ini, antara lain, untuk menjajal rencana operasi dan tindakan kontingensi Mabes TNI dan Mabes Polri terhadap kemungkinan ancaman terorisme. Kesempatan ini sekaligus untuk menguji peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam melaksanakan operasi penanggulangan terorisme melalui proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pengakhiran operasi yang dilaksanakan secara terpadu serta terwujudnya pemahaman anggota TNI/Polri terhadap penegakan hukum dan HAM dalam penanggulangan teror.