BENGKULU, KOMPAS.com — Kapal Motor Usaha Muda I yang berlayar dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, menuju Tanjung Priok, Jakarta, tenggelam di perairan Ipuh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, sekitar 6 mil dari daratan.
”Tenggelamnya kapal tersebut diketahui dari beberapa nelayan setempat yang melapor ke Pos Pengamatan Angkatan Laut di Pos Ipuh, Seblat, dan Pos Teramang Jaya,” kata Komandan Angkatan Laut Bengkulu Letkol Laut (P) Sukrisno, Rabu (10/3/2010).
Dia mengatakan, kapal bermuatan 500 ton semen dan sejumlah keramik tersebut dilaporkan tenggelam pada Senin (8/3/2010) pukul 19.15 WIB.
”Laporan pertama diterima dari nelayan ke Pos Pengamatan AL di Ipuh yang langsung mengontak ke Bengkulu dan kami sudah menurunkan Kapal Angkatan Laut Raja Enggano ke lokasi,” kata Sukrisno.
Berdasarkan perkiraan awal, kapal tersebut tenggelam akibat angin dan ombak besar yang melanda perairan Bengkulu, Senin.
Dari data yang diperoleh tim Lanal, kapal itu tenggelam di 03 37’00” LS dan 101 51’ 00” BT. Sukrisno mengatakan, kapal AL Raja Enggano yang diberangkatkan pada Selasa (9/3/2010) pagi berhasil menyelamatkan dua anak buah kapal (ABK) bernama Anto (24) dan Panji (27).
Keduanya ditemukan terapung menggunakan alat seadanya dan dalam kondisi lemah. ”Sedangkan 10 ABK lain, termasuk nakhoda kapal, hingga saat ini belum ditemukan,” kata Sukrisno.
Kapal AL Raja Enggano yang membawa 13 personel akan terus melakukan pencarian selama tiga sampai empat hari sesuai dengan kemampuan logistik di kapal tersebut.
Pencarian terhadap korban juga dibantu oleh masyarakat setempat dengan menggunakan kapal dan perahu nelayan.
”Peraturan Basarnas memang pencarian selama satu minggu, tapi kami akan lihat kondisi di lapangan, apalagi kemampuan logistik KAL Raja Enggano hanya empat sampai lima hari,” kata Sukrisno.
