JAYAPURA, KOMPAS.com - Pelaku penganiayaan terhadap wartawan MetroTV tergolong sungguh nekad. Penganiayaan dengan cara pengeroyokan juga dialami seorang anggota Brimob Polda Papua, Bripda Maksi Latumanasi Selasa (9/3/2010) malam.
Ternyata sebelum menganiaya wartawan, para pelaku terlebih dulu mengeroyok Maksi. Deni Mozes dipikir pelaku hendak menjemput anggota Brimob yang dianiaya itu.
Saat korban Deni dimintai keterangan aparat, satu truk anggota Brimob turun sambil membawa seorang anak pelaku dan korban Maksi.
Menurut informasi, saat kejadian, Maksi sepulang membeli susu untuk anaknya. Sesampai di lokasi, ia dicegat sekelompok orang yang telah diketahui identitasnya oleh polisi.
Para pelaku meminta sejumlah uang namun tak ditanggapi. Alhasil, para pelaku nekad menghajar korban. Beberapa saat kemudian, korban Deni Mozes lewat dan ikut dikeroyok pelaku.
Aparat reserse telah menyisir lokasi kejadian namun tidak menemukan pelaku. Demikian, satu truk anggota brimob yang setengah jam sebelumnya menyisir lokasi juga tak mendapatkan pelaku.
Pelaku kedua kasus diperkirakan sama karena korban menunjukkan keterangan identitas pelaku sama. Lokasi kejadian juga sama hanya terpaut 10 menit diantara kedua kasus.
Kini polisi sedang meminta keterangan anak pelaku dan korban Deni sedang meminta visum dari RSUD Abepura. Deni mengaku gigi goyang dan bagian bawah mata sakit.
