Kabupaten Garut merupakan sentra pertanian jeruk terbesar di Jawa Barat. Kabupaten itu menyumbang 63 persen produksi jeruk di Jabar. Varietas unggulannya adalah jeruk keprok.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Garut, saat ini terdapat 1.399 hektar lahan yang ditanami jeruk di Garut. Jumlah tanaman mencapai 215.500 pohon per tahun. Tiap tahun Garut mampu menghasilkan 9.300 ton jeruk dengan pertumbuhan 8,5 persen per tahun.
Bila dicermati, budidaya jeruk itu terutama berlokasi di delapan kecamatan. Delapan kecamatan itu adalah Samarang, Pasirwangi, Cisurupan, Karangpawitan, Cikedung, Pakenjeng, Bayongbong, dan Cikajang. Terdapat lebih dari 5.500 tanaman jeruk pada masing-masing kecamatan itu.
Samarang merupakan kecamatan penghasil jeruk utama. Dengan 64.000 pohon, produksi jeruk di kecamatan ini mencapai 3.200 ton atau memasok sekitar sepertiga produksi jeruk di Garut. Selain itu, produksi jeruk juga menonjol di Kecamatan Pasirwangi, Cisurupan, dan Karangpawitan. Pada masing-masing kecamatan itu terdapat 24.000 pohon yang mampu menghasilkan 1.350 ton per tahun.
Dilihat dari varietas unggulannya, sekitar 33 persen dari tanaman jeruk di Garut adalah jenis keprok. Berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 760 Tahun 1999, jeruk ini ditetapkan sebagai komoditas khas wilayah ini. Keberadaan jeruk keprok itu telah dikenal sejak lama, bahkan menjadi salah satu gambar pada lambang daerah Garut. Namun, pada tahun 1990-an kejayaan jeruk keprok garut sempat meredup akibat merebaknya penyakit CVPD. (NDW/LITBANG KOMPAS)
