Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 15:06 WIB
KAMMI Sindir Anggota DPR Menutup Mata
| bnj | Selasa, 2 Maret 2010 | 17:26 WIB
|
Share:

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Ilustrasi

MALANG, KOMPAS.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Malang menyindir para wakil rakyat (DPR) dengan cara menutup mata karena selama ini bertingkah laku seolah tidak terlihat oleh rakyat.

Aksi unjuk rasa dengan menutup mata tersebut digelar di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jatim, Selasa (2/3/2010).

"Selama ini para wakil rakyat kan pura-pura tidak tahu dan selalu mengabaikan rakyat. Bahkan, bertingkah laku yang seakan-akan tidak dilihat dan diawasi oleh rakyat," ucap Humas KAMMI Andri Prasetyono di sela-sela aksi.

Selain itu, KAMMI juga minta supaya para wakil rakyat yang menjadi bagian dari Panitia Khusus (Pansus) Century segera menyebutkan nama dan mengumumkan secara terbuka dalam rapat paripurna. Siapa saja yang terlibat dalam skandal Bank Century itu.

Apalagi, tegasnya, Presiden SBY sudah minta transparan kepada Pansus dalam mengungkap skandal Century sehingga untuk apa harus ditutupi, fraksi harus berani menyebut nama.

Andri juga menyayangkan, dua fraksi di DPR tak mau menyebut nama-nama yang terlibat dalam skandal Bank Century.

"Sebagai wakil rakyat seharusnya dua fraksi tersebut transparan dalam mengungkap temuan Pansus," ujarnya.

Dengan kondisi ini, katanya, masyarakat bisa menilai sendiri sikap partai mana yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat dan partai mana yang hanya memikirkan kepentingan pragmatis.

Dalam tuntutannya, KAMMI juga meminta agar Boediono (Wapres) dan Sri Mulyani (Menkeu) dinonaktifkan atau mengundurkan diri karena terindikasi bertanggung jawab atas skandal Bank Century.

Skandal Bank Century yang kini ditangani Pansus DPR RI itu diduga telah merugikan negara sebesar Rp 6,7 triliun melalui program dana talangan dengan dalih untuk menyelamatkan dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.

Sumber :
ANT