Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 01:08 WIB
Hae Keukeuh Mau Lihat Jasad Anak dan Istrinya
Asep Candra | ksp | Rabu, 24 Februari 2010 | 20:09 WIB
|
Share:

Asep Candra
Hae Jaelani nekat kembali ke perkebunan Dewata untuk melihat jasad anak dan istrinya. Padahal ia dalam kondisi terluka.

TERKAIT:

SOREANG, KOMPAS.com - Takdir rasanya terasa begitu berat bagi Hae Jaelani, ayah muda yang menjadi korban bencana longsor di Perkebunan Dewata Kecamatan Pasir Jambu.

Betapa tidak, selain harus menderita luka fisik akibat patah tulang, Hae mendapat luka batin yang sangat berat. Ia harus merelakan harta paling berharga dalam hidupnya yakni Istri dan anak semata wayangnya. Mereka terkubur dalam bencana longsor Selasa pagi kemarin. Jasad Ina Marlina (25) dan Isman (2) telah ditemukan dan diidentifkasi dalam evakuasi korban pada hari Rabu ini.

Ditemui di ruang perawatan IGD RSUD Soreang, Kabupaten Bandung, pekerja perkebunan berusia 30 tahun itu tampak begitu terpukul. Ia seperti tak percaya ini kalau tragedi ini menimpanya. "Waktu itu saya baru pulang kerja shift malam. Sekitar jam 7.30 saya ingin tiduran. Saya lihat istri mengajak Isman pergi ke koperasi. Mereka pun sempat pamitan. Itulah kesempatan terakhir saya melihat mereka," ujarnya.

Tak lama berselang, kejadian mengenaskan itu pun terjadi. Hae yang tengah tiduran dikejutkan suara gemuruh dari atas bukit. Ia pun terbangun dan mencoba melihat apa yang terjadi, tetapi sudah terlambat. Lumpur longsoran tebing begitu deras menghujam sehingga membuat rumah Hae roboh dan tangannya tertimpa balok kayu.

Tetapi nasib lebih memilukan dialami istri dan anaknya yang sedang berada di luar rumah. Ina dan Isman harus meregang nyawa dalam kondisi terkubur hidup-hidup. "Tak ada firasat kalo kepergian anak istri secepat ini. Saya hanya bisa pasrah," tuturnya dengan berkaca-kaca.

Begitu besarnya kecintaan Hae pada anak istrinya dibuktikan dengan kenekatannya untuk kembali ke lokasi bencana di Perkebunan Dewata padahal ia masih terluka parah. Pada Rabu sore ini, Hae diantar sanak familinya hanya untuk melihat jasad Ina dan Isman. Dengan kondisi terpincang-pincang dan balutan gips di tangan kanannya, Hae dipapah masuk ke dalam sebuah mobil minibus yang terparkir di RSUD Soreang.

Ia begitu "keukeuh" ingin melihat kedua belahan hatinya meski sudah dalam keadaan tak bernyawa. Keinginan kuat Hae menandakan begitu berharganya sang istri dan anak di matanya.