Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Regional

Dosen Pun Tertarik Menyelidiki Anjing Ini

Jumat, 19 Februari 2010 | 21:04 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Tak hanya warga desa, fenomena matinya banyak ternak kambing di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, secara misterius itu juga membuat kalangan akademisi kebingungan.

Beberapa dosen tak mampu menjelaskan peristiwa ini dengan teori ilmiah, tetapi ada juga yang punya dugaan sendiri.

Hermanto, dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB), yang juga mengepalai peternakan percontohan milik UB di Desa Sumbersekar, mengaku sudah melihat kondisi fisik beberapa kambing yang tewas diisap darahnya.

Menurutnya, menilik luka pada kambing tersebut, kambing tersebut tewas akibat diserang oleh hewan. "Hanya saja, saya tidak tahu hewan apa yang nggigit kambing itu," kata Kepala Laboratorium Lapang Fakultas Peternakan UB ini.

Soal dugaan bahwa anjing pengisap darah itu adalah chupacubra seperti terjadi di sejumlah negara lain, Hermanto mengaku masih asing dengan nama itu.

Ia juga mengatakan, chupacubra, atau mitos anjing pengisap darah, belum familiar di dunia peternakan.

"Untuk mencari tahu dalangnya, seharusnya sudah melibatkan polisi. Meskipun yang mati hanya kambing, tapi ini sudah meresahkan warga," kata Hermanto yang mengaku makin penasaran karena hewan-hewan di dalam peternakan UB, yang tidak jauh dari lokasi, tidak ikut diserang. (REA/AB/EKN)


Editor : bnj
Sumber: