Jumat, 31 Oktober 2014

News / Regional

Pemecatan Siswa karena Facebook Dianggap Berlebihan

Minggu, 14 Februari 2010 | 09:12 WIB

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com — Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Suryatati A Manan menilai, tindakan sekolah yang mengeluarkan empat siswa karena telah menghina gurunya melalui situs jejaring sosial Facebook terlalu berlebihan.
    
"Sekolah sepertinya terlalu berlebihan. Anak-anak tersebut juga punya hak untuk belajar," kata Suryatati seusai menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2561 di Jl Merdeka Tanjungpinang, Minggu dini hari.
    
Suryatati mengatakan, anak-anak tersebut seharusnya dibina terlebih dulu sebelum ada tindakan terakhir dari sekolah. "Saya akan panggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang," kata Suryatati.
    
Adapun Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah yang dimintai tanggapannya mengaku belum mengetahui permasalahan adanya empat siswa-siswi di SMA 4 Kota Tanjungpinang yang dikeluarkan dari sekolah karena menghina seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor melalui jejaring sosial Facebook.
    
"Saya akan cek dulu. Nanti saya akan panggil Wali Kota Tanjungpinang," ujarnya.
    
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Ahadi menilai, tindakan sekolah mengembalikan empat siswanya kepada orangtua sudah sesuai aturan. Pengembalian siswa ini akibat mereka melakukan penghinaan di jejaring sosial Facebook terhadap seorang guru.
    
"Kami menilai tindakan yang diambil pihak sekolah sudah sesuai aturan dan kami mendukung tindakan yang diambil sekolah untuk mengembalikan siswa tersebut kepada orangtuanya," kata Ahadi.
    
Menurut Ahadi, empat siswa SMA 4 Tanjungpinang yang melakukan penghinaan terhadap seorang guru pelajaran keterampilan tersebut dinilai sudah berlebihan dengan melakukan posting di jejaring sosial Facebook.
    
"Mereka tidak tahu, akibat tindakan mereka itu tersebar luas di dunia maya yang menyebabkan guru tersebut merasa terhina," katanya.
    
Ahadi mengatakan, seluruh aturan yang berlaku dalam tata tertib sekolah sudah dijelaskan dan sudah disepakati bersama pihak sekolah dengan orangtua siswa. "Semua guru juga sepakat untuk mengembalikan mereka kepada orangtuanya karena bukan sekali itu saja mereka melakukan tindakan yang tidak pantas. Kalau sekali mungkin masih diberikan teguran atau surat peringatan," katanya.
    
Tindakan yang diambil tersebut menurut dia juga sebagai pembelajaran kepada siswa agar anak-anak didik tersebut tertib dan mempunyai sopan santun terhadap guru. "Kalau dibiarkan akan menjadi berbahaya," katanya.
    
Empat siswa kelas II jurusan IPA yang dikembalikan kepada orangtua tersebut adalah MA, AN, AR, dan YK. Wakil Kepala Sekolah SMA 4 Tanjungpinang Yose Rizal menyebutkan, kata-kata yang ditulis siswanya tersebut di jejaring sosial Facebook sudah menyebut sesuatu yang sensitif bagi seorang perempuan.
    
"Akibatnya guru yang bersangkutan juga tidak sanggup lagi untuk berhadapan dengan siswa itu," ujarnya.


Editor : Abi
Sumber: