Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 02:35 WIB
Duh... Dwi Disiksa Majikan di Abu Dhabi
| made | Rabu, 10 Februari 2010 | 22:28 WIB
|
Share:

KUDUS, KOMPAS.com — Dwi Indah Wahyuningrum (20), warga Desa Pucakwangi, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami luka di sekujur tubuhnya karena dianiaya majikannya ketika bekerja di Abu Dhabi.

Menurut ayah korban, Supariyo, Rabu (10/2/2010), luka yang dialami anaknya hampir di sekujur tubuhnya, seperti luka lebam dan luka sayatan. Bahkan, luka kaki kiri pada tubuh gadis yang berangkat ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Agustus 2009 itu kini mulai membusuk.

Ia mengatakan, anaknya pulang ke rumah dengan diantar kendaraan travel dari Jakarta pada 21 Januari 2010. "Saat itu Indah tidak bisa jalan dan badannya kurus dengan sejumlah luka pada tubuhnya," katanya.

Supariyo mengatakan, di tangan kanan anaknya terdapat luka sayatan yang mulai mengering. Demikian pula dengan bagian lehernya. Di bagian itu juga terdapat luka seperti bekas dicakar.

Parahnya lagi, menurut dia, gadis lulusan Madrasah Aliyah (MA) ini tidak bisa berjalan,  sering mengigau, dan tidak ingat orangtuanya lagi. "Berat badannya juga turun drastis dibanding empat bulan lalu," katanya.

Untuk mengembalikan kondisi kesehatannya, Indah langsung dibawa ke Rumah Sakit Soewondo Pati untuk mendapatkan perawatan medis. "Saat ini, kondisinya masih lemah dan belum bisa diajak komunikasi," katanya.

Anak nomor dua dari tiga bersaudara itu juga masih sering mengigau seperti mengalami depresi berat karena kekerasan yang dialaminya.

Saat sadar, kata dia, anaknya ini pernah bercerita bahwa ia sering dipukul, ditendang, dan dijambak oleh majikan wanitanya tanpa alasan yang jelas saat menjadi TKI. "Tidurnya juga di lantai ruang mainan anak majikannya," katanya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan dokter, Indah hanya mengidap penyakit paru. Adapun penyebab yang membuat dia tidak bisa berjalan hingga kini belum diketahui.

Ibu korban, Sri Wahyuni, berharap anaknya segera sembuh. "Hingga kini dia memang sering lupa dengan kedua orangtuanya," katanya.

Mengenai perusahaan yang memberangkatkan anaknya, Sri Wahyuni mengaku belum mengetahuinya secara pasti. "Sebab, saat Indah pulang, dia hanya mengantongi paspor dan KTP tanpa ada surat dari PJTKI yang memberangkatkannya," katanya.

Ia tahu harus mengadu kepada siapa karena laporan yang disampaikan ke dinas sosial, tenaga kerja, dan transmigrasi belum ada tindak lanjut.

Sementara itu, Wakil Direktur Badan Rumah Sakit Daerah RAA Soewondo Indah Susianawati enggan menjelaskan hal-hal yang terkait hasil rekam medis yang tidak bisa dibeberkan ke publik itu.  

Sumber :
Antara