Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:12 WIB
KPK Bicara Soal "4 BC", Wajah Pejabat Bali Ciut
Robertus Benny Dwi K. | Glo | Rabu, 10 Februari 2010 | 13:44 WIB
|
Share:

DENPASAR, KOMPAS.com — Kehadiran pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya membuat ciut nyali para pejabat daerah. Rabu (10/2/2010), misalnya, wajah-wajah tegang para pegawai eselon I dan II di Pemerintah Provinsi Bali terlihat jelas ketika Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Dedie A Rachim berbicara tentang 4 BC.  

"Ini jadi semacam joke, tapi katanya menimbulkan sejumlah persepsi, yakni soal 4 BC kalau bicara tentang KPK. Ada Buaya-Cicak, Bibit-Chandra, Bank Century, dan terakhir Bachtiar Chamsyah. Nah, mereka yang terkait dengan inisial BC mohon hati-hati," kata Dedie dengan nada bicara bercanda.  

Para pejabat Bali yang hadir dalam acara sosialisasi kerja sama pembentukan zona korupsi di lingkungan Pemprov Bali, yang digagas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan KPK, tidak menyambut candaan Dedie. Mereka tetap terkesan tegang sepanjang Dedie memberikan paparan.  

Kondisi yang berbeda tampak ketika Asisten Deputi Pengembangan Akuntabilitas Kinerja Aparatur dari Kementerian PAN, Hendro Witjaksono, yang tampil berbicara. Audiens tampak santai. Mereka sesekali bercanda atau ngobrol dengan rekan yang duduk di sebelah.  

Seusai pertemuan, Sekretaris Daerah Bali Nyoman Yasa membantah bahwa ia dan pejabat di Bali lainnya keder dengan kehadiran pejabat KPK. "Ah, tidaklah. KPK dan Kementerian PAN ke sini, kan, untuk kerja sama. Buktinya saya masih merasa segar dan bersemangat sekarang," kata Yasa sambil tertawa.  

Dedie menegaskan, pejabat di daerah tidak perlu takut kepada KPK selama mereka melaksanakan tugasnya dengan benar dan bertanggung jawab. "KPK sendiri tidak akan sembarangan melempar dugaan dan melanjutkan dengan penyelidikan. Tapi, jika terbukti ada unsur memperkaya diri dan atau pihak lain, ya kami tindak," kata Dedie.