Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:22 WIB
Setelah Jembatan Ambrol
Satlak Badung Benahi Saluran Air yang Terputus
Muhammad Hasanudin | hertanto | Rabu, 10 Februari 2010 | 11:49 WIB
|
Share:

BADUNG, KOMPAS.com - Pasca ambrolnya jembatan di Desa Getasan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (10/02/2010), Tim Satuan Pelaksana (satlak) Penanggulangan Bencana Kabupaten Badung langsung meninjau lokasi untuk memantau kerusakan jembatan yang melumpuhkan akses dua Banjar tersebut.

Wakil Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Badung, Yoga Segara mengatakan, hal pertama yang dilakukan timnya adalah memperbaiki saluran air yang terputus akibat tertimpa jembatan. Bekerja sama dengan staf PDAM Badung, pipa saluran air telah selesai diperbaiki dan saat ini sudah dapat berfungsi kembali.
 
Saluran air ini sangat vital bagi warga karena merupakan sumber air bersih satu-satunya yang digunakan mereka. “Selanjutnya kami akan mendata, mengecek, dan mengalkulasi kerusakan lainnya,” ujar Yoga.
 
Pemkab Badung rencananya akan membangun kembali jembatan yang roboh, namun diperkirakan memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk sementara warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jaraknya mencapai lima kilometer untuk dapat keluar dari desa.
 
“Saya tidak bisa lewat cepat, harus muter, kerugian transportasi, bensin membengkak,” keluh Putu Sadi warga banjar Buangga yang terhambat aktivitasnya akibat ambrolnya jembatan ini.