SURABAYA, KOMPAS.com - Jelang pelaksanaan Pemilihan Walikota Surabaya, kini makin banyak baliho cawali yang terpampang di tiap ruas jalan di Surabaya. Menjamurnya baliho membuat pemkot kesulitan untuk mengatur penempatannya.
"Saat ini pengaturan belum bisa dilakukan secara efektif, karena masih menunggu kesepakatan dengan pihak parpol dan KPU Surabaya," ujar Kepala Bakesbang Linmas Kotra Surabaya, Soemarno saat dikonfirmasi, Rabu (10/2/2010).
Ia menuturkan, proses penertiban dan penentuan titik penempatan alat peraga kampanye itu akan diatur oleh KPU dan itu dilakukan saat masa kampanye. Namun, lanjut dia, karena saat ini belum masa kampanye, seharusnya masih menjadi wewenang pemkot.
Untuk itu, kini pihaknya hanya bisa melakukan penertiban dan terus mengingatkan pihak-pihak yang melanggar. "Untuk pengaturan lokasi, karena jumlahnya sangat banyak dan ada di tiap ruas jalan, maka kami tidak belum bisa melakukannya sekarang," tuturnya.
"Sesegera mungkin sebelum masa kampanye, kita akan segera melakukan pengaturan penempatan dan menentukan titik mana saja yang boleh ditempatkan alat peraga pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota," tegasnya.
Meski titik penempatan sampai saat ini masih belum ditentukan, ia juga berharap dalam penempatan baliho pilwali bisa terlaksana dengan tertib seperti saat pelaksanaan Pileg dan Pilpres tahun lalu.


