Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:09 WIB
Jenazah Dede Nyangkut di Pintu Air
| hertanto | Rabu, 10 Februari 2010 | 10:35 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUSTINUS HANDOKO
ilustrasi: mencari korban tenggelam di sungai

KOTABUMI, KOMPAS.com — Dede Lesmana (16) yang hanyut di Kali Brantas akhirnya ditemukan meninggal 10 jam kemudian. Jenazah warga Gang Cendana, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), itu ditemukan tersangkut di pintu air Way Rarem, Senin (8/2/2010) pukul 23.45 WIB.

Hatta (42), tetangga korban, adalah orang yang kali pertama menemukan korban. "Korban ditemukan sekitar 300 meter dari tempat awalnya dikabarkan hilang," katanya, Selasa (9/2/2010).

Menurut Hatta, saat ditemukan kondisi Dede sudah tidak bernyawa. Kemudian, warga langsung membantu mengangkat jenazah dan membawanya ke rumah duka.

"Jenazah ditemukan karena warga tidak henti-hentinya melakukan pencarian. Bahkan, kami berenang dengan tangan kosong dan beberapa kali menyelam menyusuri aliran irigasi sedalam 2,5 meter itu," tuturnya.

Sementara di pinggir irigasi, ratusan warga tetap menunggu pencarian korban. Sejumlah warga yang membawa mobil menyalakan lampu kendaraannya guna menerangi sungai. Warga yang lain membawa genset dan lampu petromaks.

Seperti diberitakan, Dede dikabarkan hanyut terseret arus pada Senin pukul 14.30 WIB. Menurut Yetno (13), peristiwa itu berawal ketika dirinya bersama Dede dan Yudi berboncengan naik sepeda motor hendak main ke rumah Ayu di Kampung Wonogiri II.

Namun, saat melintas di Kali Berantas, Dede berinsiatif mencuci motor Jialing miliknya. "Lalu, Dede menyuruh saya untuk mencuci motor tersebut. Dia juga menyuruh saya meminjam ember ke rumah Ayu,"  ujar warga Cendana, Kelurahan Kelapa Tujuh, itu.

Sepulang Yetno dari rumah Ayu, dia melihat Dede sudah berada di dalam kali sambil berenang ke seberang kali.

"Tiba-tiba saya melihat Dede seperti mau tenggelam. Lantas, Yudi yang berada di sana berusaha menolong Dede. Namun, karena pegangan tangan Yudi tidak kuat sehingga Dede tetap terseret arus," kata Yetno.

Melihat itu, Yetno tidak diam saja. Dia juga berusaha mencari kayu di sekitar lokasi tersebut, tetapi usaha itu sia-sia. Sekitar lima menit kemudian Dede sudah tidak terlihat lagi. Melihat kondisi itu, Yetno mengaku sangat panik.

"Saya lalu berlari ke perkampungan sambil berteriak minta tolong ada orang yang tenggelam," ungkapnya.

Warga yang mendengar teriakan itu berdatangan ke lokasi. Warga berusaha mencari korban dengan terjun ke kali. (BON)

Sumber :
Persda Network