KALIANDA, KOMPAS.com — Badan jalan lintas Sumatera di Dusun Simpang Sumur, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, longsor sedalam 6 meter. Akibatnya, arus lalu lintas dari Kalianda menuju Pelabuhan Bakauheni putus total.
Menurut Surianto, warga di sekitar lokasi, jalan terputus sejak Selasa (9/2/2010) sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu badan jalan berlubang di tengah meski masih kecil. Ternyata lubang terus membesar karena mengalami longsor.
Sekitar pukul 06.00 WIB longsor makin membesar, bahkan diameternya mencapai 4 meter. Saat itulah kendaraan mulai tak bebas melintas dan harus antre satu per satu. Pukul 07.30 WIB jalan akhirnya ditutup karena lubang semakin lama makin melebar dan dalam.
Hingga pukul 12.00 WIB lebar lubang mencapai lebih kurang 4 meter persegi dan kedalaman mencapai 6 meter. Tanah terus bergerak ke dalam dan terlihat labil karena bercampur pasir.
Penyebab longsornya jalan yang merupakan kewenangan pemerintah pusat itu diduga karena curah hujan tinggi. Hujan deras turun di kawasan tersebut satu hari sebelumnya. Kondisi itu diperparah dengan letak jalan yang banyak terdapat lembah yang digenangi air.
Peristiwa serupa pernah terjadi awal 2009. Akan tetapi, saat itu jalan hanya ditimbun dan kembali normal. Jalan lintas Sumatera di Desa Hatta saat ini terdapat tiga titik longsor yang cukup membahayakan pengendara. Ketiga titik itu selalu berada di sebelah lembah yang digenangi air.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas untuk semua jenis kendaraan yang menuju Bakauheni ataupun sebaliknya dialihkan ke jalur lain. Dari arah Kalianda dialihkan ke Simpang Gayam, Kecamatan Penengahan. Jalan tersebut akan tembus di Simpang Lima jalan lintas pantai timur Kecamatan Ketapang.
Pengalihan jalur dipastikan membuat jarak tempuh ke Bakauheni bertambah lama. Biasanya dari Kalianda ke Bakauheni sekitar 1 jam. Dengan pengalihan jalur, jarak harus ditempuh selama 1,5 hingga 2 jam. Apalagi jalan di sepanjang Desa Tetaan, Kecamatan Ketapang, yang memilik panjang sekitar 8 kilometer rusak parah.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Muslim Siregar yang meninjau lokasi longsor menjelaskan, pihaknya sudah mengatasi lalu lintas dari Kalianda ke Bakauheni dengan mengalihkan jalur.
"Itu upaya kami dari Polres Lamsel yang lebih fokus pada arus lalu lintasnya. Kami juga sudah mengirimkan surat ke dinas pekerjaan umum provinsi serta Kementerian Pekerjaan Umum. Harapannya agar jalan ini segera diperbaiki karena merupakan salah satu jalan vital di Pulau Sumatera," kata Muslim.
Tabrakan beruntun
Akibat lubang besar menganga, sekitar pukul 07.00 WIB terjadi kecelakaan beruntun. Truk fuso warna coklat nopol BE 4567 AA yang mengangkut semen yang melaju dari arah Bakauheni menabrak truk fuso di depannya berwarna hijau nopol B 9723 O. Truk tanpa muatan tersebut menabrak truk di depannya lagi.
Ari, sopir truk tersebut, melaju dengan kecepatan sedang. Namun, karena berada di jalan menurun dan menikung serta bermuatan berat, laju kendaraan tidak bisa dihentikan.
"Saya sudah mengerem dan mengoper perseneling gigi satu, tapi tidak bisa menghentikan kendaraan. Akhirnya saya menabrak truk di depan saya," kata Ari.
Meski mobil yang dikendarai rusak parah, Ari selamat dari peristiwa naas itu. Begitu pun pengemudi truk hijau yang ditabrak tidak mengalami luka. (tri)


