BATAM, KOMPAS.com — Kepala Sekolah Yuanda membenarkan bahwa salah satu muridnya kedapatan membawa VCD porno. Namun, ia membantah bahwa salah seorang guru telah melakukan pemukulan.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pelajar yang masih duduk di bangku SD kedapatan tengah memperebutkan VCD porno pada Jumat (3/2/2010). Beruntung, aksi para pelajar yang masih berusia 11 tahun itu sempat diketahui seorang istri kepala sekolah. Rencananya mereka akan memutar VCD itu di rumah.
"Dia bawa VCD ini, jadi kami tanyakan dia dapat dari mana. Katanya di tong sampah. Sekarang VCD-nya saya sita. Saya sendiri belum berani mononton isinya. Namun, tidak ada pemukulan terhadap PA," kata Kepala Sekolah Yuanda sambil menunjukkan VCD yang dimaksud.
Menurut Yuanda, ia sudah menanyakan kepastian pemukulan tersebut kepada PA. Namun, PA juga mengaku tidak ada pemukulan. Senin kemarin, PA sempat masuk ke sekolah. Namun, orangtuanya menjemput anak itu kembali tanpa sepengetahuan kepala sekolah.
Kepala Polsek Sagulung AKP Agus Joko Nugroho SIK membenarkan adanya aduan wali murid terkait tindak kekerasan yang diterima anaknya. "Laporannya sudah kami terima dan akan diproses lebih lanjut. Kami akan segera meminta keterangan dari pihak-pihak terkait," ujarnya.
Meskipun orang tua PA melaporkan tindakan kekerasan kepada kepolisian, pihak sekolah masih akan tetap menerima PA sebagai murid di sekolah tersebut. "Tadi dia masih masuk sekolah dan tidak ada masalah. Namun, tiba-tiba ibunya datang lagi dan membawa anaknya tanpa sepengetahuan saya. Dia masih terdaftar di sekolah dan kami tetap akan menerimanya," kata Yuanda.
Terkait VCD porno yang dimiliki siswanya tersebut, Yuanda berharap agar orangtua juga memantau aktivitas anaknya karena kemampuan guru sangat terbatas hanya di sekolah.
Oleh karena itu, orangtua perlu memonitor anak-anaknya, seperti menanyakan tentang pelajaran yang diterima di sekolah hingga pemeriksaan tas. Bahkan, anak-anak juga harus dikontrol ketika bermain bersama teman-teman di rumahnya.
"Saya berharap kerja sama yang baik antara sekolah dan orangtua murid (dilakukan) dengan 3 K, yakni komunikasi, konsultasi, dan kekeluargaan. Jangan sampai anak-anak kita terjerembab pada hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pemilikan VCD ini," ujarnya lagi. (man)


