BANDUNG, KOMPAS.com - Jaringan telepon sekitar 600 pelanggan Telkom di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung , Jawa Barat sempat terganggu akibat banjir. Total kerugian akibat banjir sekitar Rp 150 juta termasuk potensi kehilangan.
Corporate Secretary Kantor Daerah Telekomunikasi Telkom Bandung Irwan Sobrian di Bandung, Selasa (9/2), mengatakan, saat ini, gangguan sudah dapat diatasi dan jaringan bekerja normal. Banjir sempat merendam sentral telepon otomat (STO) Rancaekek dan mengganggu jaringan.
Jaringan tersambung dari STO ke rumah kabel, tiang, dan rumah. Sebenarnya jaringan di rumah tidak bermasalah tapi kalau STO terendam, hubungan terganggu juga, katanya.
Gangguan itu di antaranya telepon tak dapat digunakan, suara tak jernih, dan hubungan terputus. Di Rancaekek terdapat sekitar 11.0000 pelanggan. Memang sempat terjadi gangguan massal. "Kami langsung mengantisipasi karena sudah menyediakan pompa air dan generator listrik," katanya.
Jika listrik padam, daya itu masih dapat diperoleh dari generator. Banjir diharapkan dapat dicegah dengan membenahi tata ruang di Kabupaten Bandung. Irwan mengatakan, hampir setiap hujan besar turun, lingkungan di sekitar STO Rancaekek selalu tergenang. Kondisi itu menimbukan ancaman banjir yang dapat mengganggu jaringan telepon di Rancaekek.


