Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 14:06 WIB
Proyek Umbulan
Pemerintah Pusat Sanggup Tanggung Rp 1 Triliun
Aloysius Budi Kurniawan | primus | Selasa, 9 Februari 2010 | 20:51 WIB
|
Share:

SURABAYA,KOMPAS- Pemerintah pusat akhirnya bersedia menanggung sebagian biaya pembangunan transmisi Proyek Umbulan. Pemerintah menyiapkan alokasi APBN sebesar Rp 1 triliun untuk menyokong pembangunan transmisi Proyek Umbulan yang diperkirakan mencapai kisaran Rp 1,75 triliun hingga Rp 1,8 triliun,

Demikian penuturan Gubernur Jatim Soekarwo, Selasa (9/2/2010) di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya. Biaya pembangunan transmisi Proyek Umbulan sebesar Rp 1 triliun sudah disanggupi pemerintah pusat melalui APBN. "Sisanya, Rp 750 miliar hingga Rp 800 miliar akan ditanggung pemerintah daerah dan investor," ujarnya.

Menurut Soekarwo, dari sisa biaya pembangunan transmisi antara Rp 750 miliar hingga Rp 800 miliar, Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota akan menanggung biaya sekitar Rp 500 miliar. Lalu, sisanya sekitar Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar ditawarkan pada pihak swasta.

Pembangunan Proyek mata air Umbulan dimulai tahun ini. Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan transmisi mata air Umbulan berlangsung maksimal tiga tahun.

Harga lebih murah

Dengan pemberian subsidi pemerintah pusat senilai Rp 1 triliun,  harga jual air ke Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) akan lebih murah. Dari harga jual yang sebelumnya mencapai Rp 10.000 per meter kubik dapat turun menjadi sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per meter kubik. "Subsidi dari pemerintah pusat diharapkan mengurangi tingginya harga jual air," kata Soekarwo.

Sebelumnya Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, dengan skema pembiayaan pemerintah sebesar 50 persen dan swasta 50 persen,  harga jual ke PDAM berkisar Rp 2.000 hingga Rp 3.500 per meter kubik dan ke konsumen atau masyarakat berkisar antara Rp 4.300 hingga Rp 6.900 per meter kubik. Karena itu, dengan skema baru Rp 1 triliun dari pemerintah pusat dan Rp 800 miliar dari pemerintah daerah serta swasta,  harga jual ke masyarakat akan lebih murah.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim Budi Susilo mengatakan, mata air Umbulan akan disalurkan ke lima daerah. Dari total kapasitas mata air Umbulan sekitar 4.000 liter per detik, Kabupaten Pasuruan mendapat 420 liter per detik, Kota Pasuruan 110 liter per detik,  Kota Surabaya 1.000 liter per detik, Kabupaten Sidoarjo 1.370 liter per detik, dan Kabupaten Gresik 1.000 liter per detik.

Menurut Budi Susilo, pemanfaatan mata air Umbulan harus segera diwujudkan. Selain memiliki debit air 4.000 liter per detik, mata air Umbulan juga sangat bersih dan mengandung mineral tinggi.  

"Yang perlu diingat, saat ini pasokan air minum PDAM yang dikonsumsi masyarakat Surabaya dan Sidoarjo telah banyak terkontaminasi limbah. Karena itu, sumber daya alam mata air Um bulan akan sangat berguna bagi konsumsi air minum masyarakat di lima  kabupaten/kota," ujarnya.

Untuk menjaga kapasitas mata air Umbulan tetap stabil, gubernur telah mengirimkan surat ke Bupati Pasuruan, Wali Kota Pasuruan, dan Bupati Probolinggo agar tidak menerbitkan izin eksplorasi kepada pihak mana pun. Kawasan di sekitar mata air juga akan ditata agar mata air ini tidak tercemar.(ABK)