Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:44 WIB
Inovasi Perangko Tetap Jadi Andalan PT Pos
PURI | wah | Selasa, 9 Februari 2010 | 17:32 WIB
|
Share:

PURI YUANITA
Prangko seri tahun macan diluncurkan hari ini, Selasa (9/2/2010), di Museum Prangko Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Prangko ini diterbitkan dengan desain yang unik dan spesial.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam rangka menghadapi persaingan dengan korporasi-korporasi pos dan telekomunikasi internasional setelah resmi dikeluarkannya Undang-Undang No. 38 oleh pemerintah, PT Pos Indonesia melakukan penyehatan internal sekaligus membuat terobosan-terobosan baru. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Marjono, saat meresmikan peluncuran prangko seri tahun macan di Museum Prangko Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (9/2/2010).

"Undang-Undang No. 38 sudah resmi diterapkan. Serangkaian dengan ACFTA, dalam undang-undang tersebut juga disebutkan mulai 2010 perusahaan atau korporasi apapun dari luar negeri dapat membuka usaha perposan dan pertelekomunikasian di Indonesia. Jadi, mulai ada liberalisasi di bidang perposan-lah. Karena itu, PT Pos Indonesia harus siap menghadapi persaingan global. Kita akan melakukan penyehatan internal dan membuat perubahan supaya tidak kalah saing," paparnya.

Ketut menambahkan, dalam peraturan pelaksanaan UU No. 38 juga disebutkan bahwa PT Pos Indonesia diberikan kesempatan untuk melakukan penyehatan internal selama lebih kurang 5 tahun untuk menghadapi persaingan. "Penyehatan Pos Indonesia akan mulai gencar dilakukan pada tahun 2010 ini," ujarnya.

Tak hanya itu, Ketut juga berjanji akan membuat perubahan-perubahan di dalam tubuh PT Pos Indonesia dengan melakukan terobosan-terobosan baru. "Pos Indonesia juga akan membuat terobosan-terobosan baru salah satunya dengan diluncurkannya prangko seri tahun macan ini," kata dia.

Menurut Ketut, PT Pos Indonesia akan lebih gencar mensosialisasikan terobosan-terobosan baru seperti perangko seri tahun macan ini kepada masyarakat. "Kalau perangko-perangko ini kita sosialisasikan secara gencar saya yakin masyarakat akan gemar. Kalau masyarakat banyak yang gemar, saya juga yakin PT Pos Indonesia akan hidup," ujar Dirut PT Pos Indonesia itu.