DENPASAR, KOMPAS.com — Seminggu menjelang vonis hakim kasus pembunuhan wartawan Radar Bali AA Prabangsa, perasaan istri Prabangsa, Sagung Prihatini, pun campur aduk. Ia hanya bisa tersenyum.
"Hati saya marah, stres, berkecamuk, sedih. Ah, saya pasrah dengan keputusan hakim saja," kata Sagung sambil terus menghela napas. Ia selalu setia mengikuti setiap kali persidangan almarhum suaminya, terutama terdakwa utama, Nyoman Susrama. Bahkan, ia pun histeris dan pingsan ketika menjadi saksi di sidang Susrama. (AYS)


