Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:37 WIB
Jembatan Ini tak Berdaya Hadapi Banjir
| Abi | Selasa, 9 Februari 2010 | 10:21 WIB
|
Share:

Serambi Indonesia
ilustrasi

LAHAT, KOMPAS.com - Jembatan di kawasan Desa Ulak Mas, Trans Senabing Unit I, Kecamatan Kota Lahat, Sumatera Selatan, ambruk diterjang banjir, sehingga jalur tersebut terputus total. Ambruknya jembataan berukuran 8x6 meter itu menjadikan tiga permukiman transmigrasi Senabing terisolasi, kata Kepala Desa Ulak Mas, Talim, Selasa.

Dia mengatakan jembatan itu roboh sendiri akibat terjangan arus saat terjadi banjir besar karena hujan deras.

Kondisi jembatan akhirnya terbelah dua dan masuk ke dalam sungai, sehingga tidak bisa lagi dilintasi. "Kerusakan itu akibat curah hujan dan air di sungai sangat deras, sehingga jembatan yang dibangun sejak tahun 1980 itu tidak sanggup menahannya dan akhirnya patah di tengah," ujar dia.

Ia mengatakan, posisi jembatan ini sebenarnya juga sangat vital, mengingat bukan hanya warga Desa Ulak Mas saja yang menggunakan, tapi sedikitnya masih ada 3 unit perkampungan transmigrasi lagi yang juga tergantung dengan jembatan ini, khususnya dalam hal mengangkut hasil bumi dan perkebunan.

"Jika jembatan ini putus dan tidak segera diperbaiki bukan hanya berdampak terhadap perekonomian, termasuk untuk memasarkan hasil bumi dan aktivitas warga bisa terganggu," kata dia pula.

Meski masih ada jalan alternatif lainnya, lanjut dia, tapi harus memutar melalui kawasan SP VI Palembaja. Jalan alternatif ini lebih jauh dan perlu waktu, ditambah kondisi jalan rusak parah. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat, Kusardin, menegaskan, perbaikan adalah hal mutlak yang harus segera dilaksanakan oleh Pemkab Lahat.

Bukan hanya demi mempermudah dan memperlancar transportasi hasil bumi saja, sekitar 2.000 kepala keluarga (KK) di kawasan ini membutuhkan transportasi penunjang utamanya ini dalam hal beraktivitas sehari-hari.

Sumber :
ANT