Jumat, 24 Oktober 2014

News / Regional

Ular Berkepala Manusia Gegerkan Probolinggo

Selasa, 9 Februari 2010 | 09:29 WIB

KOMPAS.com — Benda yang diyakini makhluk gaib berbentuk ular berkepala manusia berukuran kecil, atau diistilahkan jenglot, menghebohkan warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (8/2/2010).

Jenglot itu berbeda dengan jenglot yang lazim ditemukan di beberapa daerah. Biasanya hanya berbentuk kecil dengan rambut panjang terurai hingga menyentuh ujung kaki. Kuku di tangan dan kakinya juga panjang.

Namun, jenglot yang menghebohkan warga tersebut memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 10 cm dengan diameter seukuran jempol kaki, rambut panjang hingga sepinggang, kulit bersisik dan tidak memiliki kaki, tetapi memiliki ekor yang melingkar hampir sepanjang 15 cm.

Jenglot yang menyerupai ular berkepala manusia ini ditemukan pertama kali oleh pencari tokek, Holis (45) asal Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan, sekitar lima hari lalu.

Menurut Holis, dia menemukan makhluk aneh itu di pematang sawah di daerah Kelurahan Jrebeng, Kota Probolinggo. Pada waktu itu dia tengah memburu tokek. Namun, dia dikejutkan dengan bayangan hitam yang melintas tak jauh dari tempatnya.

Seketika itu, Holis yang juga dikenal memiliki kemampuan spiritual mengejar bayangan hitam itu. Namun, dia terkejut karena melihat ekor ular di sekitar semak belukar pematang sawah di depannya. Dengan menggunakan bacaan spiritual dia memegang ekor ular itu dengan kayu yang dipegangnya.

Dia mengaku kaget karena ekor ular itu berkepala menyerupai manusia dengan rambut panjang. “Saya lalu menangkapnya dan membawanya pulang ke rumah,” katanya.

Ketika ditanya lebih jauh soal cara menangkap dan membawa ular itu ke rumahnya, Holis terkesan enggan bercerita panjang lebar.

“Pokoknya saya tidak menggunakan ritual apa-apa. Cuma saya tangkap begitu saja,” ujarnya.

Bahkan, ketika beberapa wartawan elektronik hendak mewawancarainya, Holis tidak bersedia. “Jangan saya,” ujarnya lalu memasuki ruang tengah rumahnya meninggalkan wartawan. (tiq)


Editor : Abi
Sumber: