YOGYAKARTA, KOMPAS - Sepekan menjelang Imlek, permintaan kue keranjang di beberapa produsen kue tradisional di Yogyakarta sepi. Bahkan, sejumlah perajin memperkirakan permintaan kue keranjang tahun ini menurun dibanding tahun lalu.
Ny Sulistyowati, salah satu produsen kue keranjang dan kue khas Tionghoa di Jalan Tukangan, Tegalpanggung, memperkirakan, permintaan mulai ramai awal pekan terakhir menjelang Imlek. Para produsen biasanya membuat kue satu bulan hingga setengah bulan sebelum Imlek. "Saya kira besok Senin (hari ini) mulai ramai. Biasanya mendekati hari 'H' permintaannya makin banyak," ujar Sulistyowati, Minggu (7/2).
Saat ini, pesanan yang diterima Sulistyowati rata-rata berasal dari pelanggan baik dari Yogyakarta maupun luar daerah, seperti Magelang dan Kebumen di Jawa Tengah. Ia membuat kue dalam beberapa ukuran, mulai dari kecil, sedang, dan besar. Ia juga menyuplai sejumlah tempat perbelanjaan di Yogyakarta.
Masih sepinya permintaan dibenarkan Ana, produsen kue keranjang di Jalan Sosrodipuran, Ngupasan. Menurut Ana, biasanya dua pekan sebelum Imlek, permintaan kue sudah mulai ramai, jumlahnya bisa mencapai ratusan kue.
Namun, hal itu tidak terjadi saat ini. "Pesanan yang besar-besar sudah masuk, tetapi yang untuk eceran belum banyak," kata dia. Dulu, dua minggu sebelum Imlek, pembeli eceran sudah banyak. Ia menduga rata-rata pembeli akan mengambil setelah tanggal 10 Februari.
Serbanaik
Sepinya permintaan diperkirakan terjadi akibat kenaikan harga bahan baku berupa ketan dan gula pasir. Harga ketan yang dua bulan lalu masih Rp 8.500-Rp 9.000 per kilogram, saat ini menjadi Rp 11.000 per kg. Begitu pula gula pasir, harganya saat ini lebih dari Rp 10.000 per kg.
Untuk mengimbangi kenaikan bahan baku, produsen terpaksa menaikkan produk Rp 3.000-Rp 4.000 per kg. Satu kilogram kue keranjang di tempat Sulistyowati, misalnya, saat ini dihargai Rp 28.000 dari tahun lalu hanya Rp 25.000 per kg.
Begitu pula di tempat Ana, kue keranjang yang tahun lalu hanya Rp 18.000 per kg naik menjadi Rp 24.000 per kg (bungkus plastik). Sementara itu, harga untuk yang dibungkus daun Rp 26.000 per kg (dulu hanya Rp 20.000).
"Pelanggan umumnya mengerti jika harga naik karena bahan baku memang naik. Apalagi, kue keranjang tidak bisa ditinggalkan setiap kali Imlek tiba," ujar Sulistyowati. (WER)
