BOJONEGORO, KOMPAS.com - Daerah hulu Bengawan Solo, di Jawa Tengah, diberlakukan siaga I menghadapi banjir luapan Bengawan Solo pada musim hujan ini.
"Perjalanan air Bengawan Solo di Jawa Tengah hinga daerah hilir di Bojonegoro, Jawa Timur berkisar 40 jam," kata Humas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Haryono, Minggu (7/2/2010).
Ketinggian air Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah pada papan duga pada Sabtu mencapai 7,47 meter (siaga I). Air banjir Bengawan Solo di Jurug, Solo diperkirakan akan menambah debit air di Bojonegoro, Minggu tengah malam ini.
Ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, terus merambat naik hingga mencapai 6,70 meter (siaga I) pukul 12.00 WIB, akibat pengaruh air dari Jurug, Solo, Jateng.
Sejumlah anak sungai Bengawan Solo di Bojonegoro sekarang ini debit airnya juga bertambah dan menambah debit air Bengawan Solo di daerah hilir, Jawa Timur.
"Dalam kondisi ini, kewaspadaan kita tingkatkan, sebab tidak tertutup kemungkinan kalau hari ini hujan turun secara merata, banjir luapan Bengawan Solo bisa dipastikan melanda daerah hilir," katanya menjelaskan.
Sementara ini, ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, terus merangkak naik mencapai 26,70 meter pukul 12.00 WIB.
"Sebelum itu pukul 09.00 WIB, air cukup cepat naiknya," kata Darjo petugas jaga di Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro.
Sedangkan ketinggian air pada papan duga Bengawan Solo di Bojonegoro mencapai 12 meter pukul 12.00 WIB dan sebelumnya 12,04 meter pukul 09.00 WIB. "Yang jelas daerah hulu Jawa Tengah, mulai siaga I," kata Haryono.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Jhoni Nurhariyanto menyatakan, kewaspadaan menghadapi kemungkinan datangnya air banjir Bengawan Solo, terus ditingkatkan.
Berbagai kebutuhan menghadapi kemungkinan datangnya banjir, sudah disiapkan mulai perahu karet untuk sarana evakuasi, hingga dapur umum.
"Pemantauan ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro, semakin kita intensifkan, termasuk kewaspdaan kemungkinan datangnya banjir melalui pengumuman di radio yang ada di Bojonegoro," katanya menjelaskan.
