PURBALINGGA, KOMPAS.com - Dalam sebulan terakhir tercatat sudah dua bendungan di wilayah Kabupaten Purbalingga jebol akibat terempas banjir pada musim penghujan ini. Akibatnya, ratusan hektar sawah yang selama ini tergantung pada aliran irigasi dari bendungan tersebut terancam banjir sekaligus kekeringan.
Dua bendungan tersebut adalah Bendungan Suro di Kecamatan Karangmoncol, dan Bendungan Munjul di Kecamatan Kutasari. Bahkan, akibat jebolnya Bendungan Munjul, Sabtu (6/2/2010), talut penahan erosi di ruas jalan menuju Desa Munjul kini ambrol. Air pun meluap di jalan.
Jebolnya Bendungan Munjul juga menyebabkan tergerusnya pematang sawah sawah di sepanjang aliran irigasi yang tersalur dari bendungan tersebut. Air pun menggenangan belasan areal persawahan di wilayah tersebut.
Kepala Desa Munjul, M Yani mengungkapkan, Bendungan Munjul mengaliri sekita 30 hektar sawah. Kerusakan bendungan tersebut sebenarnya sudah agak lama, namun bendungan tersebut jebol baru akhir pekan lalu akibat hujan deras.
"Bendungan ini harus segera diperbaiki. Kalau tidak akan mengakibatkan kekeringan di areal persawahan warga di sini," kata Yani.
Warga pada Minggu (7/2/2010) telah mulai memperbaiki talut yang jebol secara swadaya. Karung-karung berisi pasir ditumpuk dan diuruk di sisi talut yang ambrol. Dengan langkah tersebut setidaknya air tak terus mengalir lebih jauh ke areal persa wahan yang masih dalam masa tanam.
Sebelumnya, Bendungan Suro di Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol juga jebol pertengahan Januari lalu. Akibatnya, sekitar 92 hektar areal persawahan kini terancam tak mendapatkan suplai air irigasi, khususnya pada masa kemarau.
