Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:23 WIB
Longsor dan Banjir di Jawa Barat
| Minggu, 7 Februari 2010 | 02:50 WIB
|
Share:

Bandung, Kompas - Hujah deras yang terjadi akhir pekan ini menyebabkan longsor dan banjir di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Setidaknya, 7 rumah hancur, 5 rusak berat, dan 41 rusak ringan akibat longsor di Bandung dan Sukabumi. Selain itu, satu tanggul di Tasikmalaya jebol dan jalur transportasi antardaerah di Kabupaten Bandung terputus akibat banjir.

Di Kota Bandung, hujan deras yang terjadi sejak Jumat (5/2) malam hingga Sabtu dini hari mengakibatkan longsor yang berbuntut hancurnya tujuh rumah di RT 04 RW 07 Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap.

Longsoran tebing di bibir Sungai Cipaganti itu menutupi sungai dan mengubur langsung dua rumah warga. Air sungai yang terhalang longsoran mencari jalan lain dan memperparah keadaan dengan merendam sejumlah rumah lainnya sehingga lima di antaranya hancur.

Longsor terjadi pukul 01.30 WIB. ”Di tengah warga sedang terlelap tidur, tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dan rumah bergoyang-goyang seperti ada gempa. Saya langsung bangun menyelamatkan diri,” ujar Ani (25), warga yang rumahnya juga tertimpa longsoran.

Menurut Sutisna, korban yang rumahnya tertimbun longsoran, tebing yang longsor itu sebelumnya lahan perkebunan, kini berubah menjadi perumahan The Green Ciumbuleuit. Di tepi tebing tersebut terdapat pagar tembok milik perumahan. Tebing itu diduga tidak kuat menahan air hujan yang turun sejak Jumat malam dan akhirnya longsor.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung Iming Akhmad mengatakan, dari bekas longsoran terlihat bahwa pagar tembok perumahan itu tidak dibangun sebagaimana mestinya. Sebagian pagar bahkan berada di atas badan sungai.

PT WBP selaku pengembang belum memberi komentar. ”Saya tidak tahu soal longsor itu. Kebetulan manager dan pemimpin perusahaan di luar kota,” kata Etik, anggota staf PT WBP di kantornya, Jalan Cihampelas Nomor 119 E, Bandung, kemarin.

Longsor di Sukabumi

Di Kabupaten Sukabumi, hujan deras sepanjang Jumat siang hingga malam juga menyebabkan longsor di Kecamatan Purabaya. Akibatnya, 5 rumah rusak berat dan 41 rumah rusak ringan.

Selain itu, hujan menyebabkan air Sungai Cibening, yang melalui beberapa kampung di Desa Margaluyu, meluap. Sedikitnya 20 hektar sawah, baik yang baru saja ditanami bibit maupun yang sudah siap panen, dilanda banjir.

Hujan deras juga melanda Tasikmalaya sehingga tanggul Sungai Cikunir di Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, jebol. Kemarin, air sungai di kaki Gunung Galunggung itu meluap ke lokasi penambangan pasir dan akhirnya merendam rumah, sawah, dan kolam warga.

Di Kota Bandung, banjir setidaknya melanda lima kecamatan—Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Majalaya, dan Rancaekek—kemarin. Selain itu, jalur transportasi antardaerah di Kabupaten Bandung terputus.

Banjir terparah dialami tiga kecamatan yang lokasinya berdekatan dengan aliran Sungai Citarum, yakni Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang. Belasan ribu rumah warga di tiga kecamatan itu terendam sejak Sabtu. Banjir berasal dari luapan Sungai Citarum beserta anak sungainya yang muaranya melintasi tiga kawasan itu, yakni Sungai Cisangkuy dan Sungai Cikapundung, akibat hujan deras Jumat lalu.

Dari Brebes, Jawa Tengah, juga dilaporkan, air menggenangi ratusan hektar sawah dan puluhan rumah penduduk Desa Kalipucang, Kecamatan Jatibarang dan Desa Lembarawa, Kecamatan Brebes, kemarin. (WIE/MHF/AHA/ CHE/REK/ADH)