JAMBI, KOMPAS.com — Puluhan murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangko, Kabupaten Merangin, Kamis (4/2/2010), kesurupan saat jam istirahat.
Dari keterangan guru BK MAN Bangko Afrizon, saat dihubungi, menjelaskan, kesurupan ini awalnya hanya menimpa Silvia dan Raudiah, murid kelas III PAI.
Sebelum kejadian, keduanya sedang berada di dalam ruang kelas, tetapi tiba-tiba keduanya menjerit histeris sambil menangis.
"Tidak tahu kenapa, dua siswi kami menjerit histeris sambil menangis. Pada saat itu orang langsung ngumpul di kelas III PAI," katanya.
Oleh para guru, dua orang siswi ini dibawa ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), tetapi tidak lama kemudian jeritan histeris dibarengi dengan menangis terdengar dari murid MAN lainnya.
Kali ini menimpa siswi kelas I dan II yang berjumlah 20 orang, mereka menjerit histeris bersamaan. Kesurupan ini hanya melanda murid perempuan.
Pada saat kejadian, guru yang sedang ada di kantor pun dibuat panik. Tiba-tiba saja banyak siswi yang mendadak tidak sadarkan diri.
Karena melihat banyaknya siswi yang kesurupan, pihak sekolah meminta bantuan kepada warga sekitar dan langsung diobati dan tiga jam kemudian mereka sadar.
"Saya sangat berterima kasih dengan masyarakat yang tanpa diminta bantuannya mereka datang membantu mengobati siswi kami yang mengalami kesurupan," ujarnya.
Dalam prosesi penyembuhan siswi kesurupan yang dilakukan oleh masyarakat terlihat tegang. Sebab, ada sejumlah siswi yang sulit untuk disadarkan.
Menurut Nawawi (53), warga sekitar sekolah mengatakan, dirinya merasa terpanggil dengan kejadian tersebut sebab ini bukan penyakit medis, melainkan penyakit nonmedis yang hanya bisa disembuhkan dengan orang yang mengerti dunia supranatural.
Hingga kini belum diketahui penyebab para siswi MAN Bangko itu kesurupan.


