JAKARTA, KOMPAS.com - Harga timah mulai bergerak naik di awal tahun 2010 hingga mencapai sekitar 17.500 dollar AS per ton. Kenaikan harga timah dunia ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan PT Timah sehingga memiliki kemampuan lebih baik untuk berinvestasi dan melaksanakan ekspansi usaha.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Timah, Wachid Usman, dalam paparannya pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rabu (3/2/2010), di Gedung DPR RI, Jakarta.
Menurut Wachid Usman, pada awal tahun 2010, harga timah mulai bergerak naik dari rata-rata tahun 2009 sebesar 13.800 dollar AS per ton jadi sekitar 17.500 dollar AS per ton. Namun dengan adanya tambang ilegal dan kolektor bijih timah yang belum dapat ditertibkan, maka penyelundupan timah masih mungkin terjadi dan reaksi pasar akan negatif, sehingga harga timah dunia kecil kemungkinan akan terus bergerak naik.
Laba tertinggi PT Timah dicapai pada tahun 2007 sebesar Rp 1,78 triliun akibat kenaikan harga timah 63 persen dan peningkatan volume penjualan 38 persen. Pada tahun 2008, harga timah naik 29 persen tetapi volume penjualan turun 20 persen. Di samping itu, biaya produksi juga meningkat karena terjadi persaingan tidak sehat dengan kolektor bijih timah ilegal, sehingga laba turun 25 persen menjadi Rp 1,34 triliun.
Pada tahun 2009 harga timah turun 30 persen terutama akibat krisis ekonomi global, permintaan logam timah juga turun. Hal ini mengakibatkan, pada tahun 2009 sampai dengan triwulan ketiga perolehan bersih hanya Rp 171 miliar atau 13 persen terhadap laba tahun 2008. "Kondisi pasar tahun lalu sedang tidak bagus," ujarnya.
Wachid menambahkan, target produksi dan penjualan logam timah disesuaikan dengan kapasitas pengolahan dan pemurnian yang tersedia yaitu 42.000 ton pada tahun 2004 dan ditingkatkan sampai 60.000 ton tahun 2009. Namun realisasi produksi hingga kuartal ketiga tahun lalu hanya 33.765 ton atau sekitar 55 persen dari target produksi.
Sementara total volume penjualan tahun hingga kuartal ketiga tahun lalu 36.453 ton, rinciannya Asia 24.748 ton, Eropa 9. 220 ton, dan Amerika 2.485 ton. Dengan harga jual rata-rata per ton 12.995 dollar AS, maka hasil penjualan timah dari perusahaan itu sebesar 571,70 juta dollar AS.
