Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:14 WIB
Kerugian Nasabah Bank Tembus Rp 17 Miliar
Sandro Gatra | tof | Selasa, 2 Februari 2010 | 05:35 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/DHONI SETYAWAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Total kerugian nasabah beberapa bank akibat tindak kejahatan pembobolan dana nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM) di sejumlah wilayah di Indonesia telah mencapai sekitar Rp. 17,4 miliar. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah mengingat belum semua korban melapor kehilangan dana di tabungan.

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, saat jumpa pers di Mabes Polri, Senin ( 1/2/2010 ).

Berdasarkan data hasil penyelidikan polisi yang diterima wartawan, Polda Metro Jaya paling besar menerima laporan dari nasabah dengan total kerugian mencapai Rp 6 miliar. Setelah itu Polda Bali dengan total sekitar Rp 4,9 miliar, lalu Polda Kalimantan Timur Rp. 4,7 miliar, Polda Yogyakarta Rp 1,5 miliar, Bareskrim Mabes Polri Rp 105 juta, dan terakhir Polda Kalimantan Barat Rp 48 juta.

Modus yang digunakan para pelaku di antaranya mencuri data dengan memasang alat skimmer di mesin ATM dibantu kamera pengintai, dengan menjepit kartu di mesin ATM, menempel stiker call center palsu di mesin ATM. Selain itu, modus penggelebungan nilai transaksi di mesin kartu debet, mencuri data lalu mengirim data ke luar negeri, dan modus lain.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap seorang pejabat salah satu bank di tingkat manajemen yang diduga terlibat dalam kejahatan itu. Pejabat itu bekerja berhubungan dengan ATM nasabah.