MANADO, KOMPAS.com - Pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang sempat marak beberapa waktu lalu, tidak mempengaruhi minat masyarakat Manado menabung di BNI ditandai penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) cukup tinggi.
"DPK tahun 2009 mencapai Rp 3,24 triliun, meningkat 4,89 persen dibandingkan Desember tahun sebelumnya Rp 3,09 triliun," kata Pemimpin BNI Wilayah XI Manado, Joppy Lamonge, Senin (1/2/2010).
Nasabah perbankan di Manado, masih percaya menyimpan uangnya di bank, makanya meskipun terjadi pembobolan di beberapa daerah, tetapi tidak mempengaruhi minat menabung di bank.
Kendati tidak mempengaruhi minat orang menabung di bank, tetapi Joppy mengatakan, akan terus meningkatkan pengawasan menjamin keamanan transaksi di ATM.
"Pengawasan dilakukan secara lebih cermat dan ketat sekarang, sehingga masalah pembobolan tersebut tidak terjadi di daerah ini," kata Joppy.
Penghimpunan dana BI tersebut terutama didominasi jenis tabungan mencapai Rp 1,91 triliun naik 11,52 persen dibandingkan Desember tahun 2008.
Kendati nasabah masih percaya dengan bank, tetapi sebagian diantaranya memindahkan dana mereka ke rekening deposito, karena dinilai lebih aman.
"Rekening deposito Desember 2009 meningkat sebesar 15,45 persen menjadi Rp 642,2 miliar dari sebelumnya Desember 2008 hanya Rp 556,3 miliar, naik karena ada nasabah yang beralih dari tabungan," kata Joppy.
Sedangkan produk giro mengalami penurunan 6,05 persen menjadi Rp 691,1 miliar dari sebelumnya Rp 823,2 miliar, hal ini lebih terkait pencairan proyek pemerintah dan swasta di akhir tahun.
