CIREBON, KOMPAS.com - Lebih dari 30 rumah di Blok Karangmulya, Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon terendam banjir akibat luapan Sungai Cisanggarung.
Selain rumah, puluhan hektar tambak bandeng dan udang juga dipastikan gagal panen. Amirudin (45) warga desa mengatakan, banjir mulai masuk kampung sekitar Kamis (28/1/2010) dini hari, sekitar pukul 03.00. Air Sungai Cisanggarung mulai limpas pukul 01.00 dan terus berlanjut hingga pagi hari.
Ketinggian air yang masuk rumah warga sekitar lutut orang dewasa, 40-60 sentimeter. Hingga pukul 06.00 air masih limpas. Saat air mulai masuk ke rumah, warga sempat panik, tapi tidak sampai mengungsi. Asmah (50), mengaku panik karena air masuk ke rumah, dia pun langsung membangunkan anak-anak.
"Banjir baru kali ini masuk ke rumah. Tahun lalu banjir, tapi hanya hanya di jalan saja," kata Asmah.
Sedikitnya, 100 hektar tambak udang, bandeng, dan nila ikut terendam air. Ikan bandeng yang siap panen pun hilang dan hanyut terbawa genangan air. Lahan sawah dan bawang juga ikut terendam, petani pun terpaksa memanen dini bawang mereka yang seharusnya dipanen 1-2 minggu lagi.
Penyebab utama banjir adalah limpasan air Sungai Cisanggarun akibat sempadan (tanggul) sungai yang terlalu rendah. Siang hari, air yang membanjiri rumah mulai surut. Sementara itu, angka kerugian akibat banjir masih dihitung.
