Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:01 WIB
Jatah Air Umbulan Mulai Dibagi
| Kamis, 21 Januari 2010 | 16:38 WIB
|
Share:

Surabaya, Kompas - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membagikan jatah mata air Umbulan ke lima kabupaten/kota dan Pasuruan Industrial Estate Rembang. Karena itu, pemerintah akan mengendalikan eksplorasi agar debit sumber mata air Umbulan tidak menyusut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim Budi Susilo pada Rabu (20/1) di Surabaya menjelaskan bahwa pembagian jatah air itu untuk lima daerah. Kabupaten Pasuruan mendapat 420 liter per detik, Kota Pasuruan 110 liter per detik, PIER 100 liter per detik, Kota Surabaya 1.000 liter per detik, Kabupaten Sidoarjo 1.370 liter per detik, dan Kabupaten Gresik 1.000 liter per detik. Total jatah air yang dibagikan sebanyak 4.000 liter per detik.

"Masih ada sedikit air yang tersisa untuk cadangan dan tidak boleh diambil. Saat ini debit air Umbulan di bawah 5.000 liter per detik. Padahal, dahulu di atas 5.000 liter per detik hingga 6.000 liter per detik saat hutan di sekitarnya masih hijau," ujarnya.

Untuk menjaga kapasitas mata air Umbulan tetap stabil, Gubernur Jatim Soekarwo telah mengirimkan surat ke Bupati Pasuruan, Wali Kota Pasuruan, dan Bupati Probolinggo agar tidak menerbitkan izin eksplorasi kepada pihak mana pun. Kawasan di sekitar mata air juga akan ditata agar mata air tidak tercemar.

Pembangunan transmisi

Berdasarkan hasil rapat terakhir proyek Umbulan, pemerintah berencana menanggung pembiayaan eksplorasi Umbulan sebesar 51 persen dan sisanya oleh pihak swasta. Biaya pembangunan transmisi diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun-Rp 1,8 triliun.

"Rencananya, pemerintah akan menanggung pembiayaan sekitar Rp 750 miliar hingga Rp 900 miliar untuk pembangunan transmisi pipa. Biaya distribusi air akan ditanggung pemerintah daerah dan PDAM sekitar Rp 850 miliar," kata Budi.

Meski demikian, skema pembiayaan ini masih terus dibahas di tingkat pusat, apakah pemerintah melibatkan swasta atau tidak. Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, dengan skema pembiayaan masing-masing sekitar 50 persen baik pemerintah maupun swasta, harga jual air ke PDAM berkisar Rp 2.000-Rp 3.500 per meter kubik. Adapun harga jual ke masyarakat berkisar Rp 4.300-Rp 6.900 per meter kubik.

Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan proyek mata air Umbulan berlangsung maksimal tiga tahun. (ABK)