NGAWI, KOMPAS -
Presiden menyampaikan hal itu saat menyampaikan sambutan dalam acara sosialisasi pelaksanaan program kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II dan peresmian proyek-proyek infrastruktur di Jawa Timur, di Terminal Kertonegoro, Kabupaten Ngawi, Senin (18/1).
Presiden mengatakan, lima tahun ke depan sejumlah upaya akan dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mencegah banjir akibat luapan dua sungai besar di Jawa itu. Upaya itu dilakukan antara lain dengan pembangunan tanggul.
Namun, di samping terus berupaya mencegah banjir, sejumlah langkah akan dilakukan untuk memaksimalkan potensi dari kedua sungai itu. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.
”Air sungai bisa dipakai untuk sumber pembangkit listrik. Air sungai bisa juga diolah sehingga bisa menjadi sumber air baku untuk warga. Banyak fungsi kalau aliran sungai ini terus dikembangkan. Belum lagi kalau dibangun embung atau bendungan di daerah aliran sungai. Embung atau bendungan tidak hanya bisa mengurangi potensi banjir, tetapi juga bisa dimanfaatkan mengairi areal pertanian, tempat budidaya ikan, dan kawasan wisata,” ujar Presiden.
Presiden pun mengingatkan warga untuk menanam dan memelihara pohon. Pohon tidak hanya untuk mencegah bencana alam, tetapi juga berfungsi mencegah pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim.
”Tiga tahun lalu banjir bandang terjadi di Jember (Jawa Timur) akibat hutan yang gundul. Hal serupa terjadi di sejumlah tempat seperti Nusa Tenggara Timur dan Aceh. Atas dasar itulah gerakan menanam dan memelihara pohon harus terus digalakkan,” ujar Presiden.
Terkait itu, Presiden bersama Ny Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri menanam pohon trembesi di sekitar Waduk Bening, Saradan, Kabupaten Madiun.
Rencananya 3.500 pohon lain akan ditanam di sekitar Waduk Bening. Penanaman pohon oleh Presiden itu menjadi awal dari rencana penanaman 3.806.891 pohon di Kabupaten Madiun.
Di Waduk Bening, Presiden juga menebarkan benih ikan nila. Secara keseluruhan ada 150.000 benih ikan nila yang ditebarkan di waduk itu kemarin.
”Saya mendorong perusahaan yang memiliki uang berlebih untuk membantu menebar benih ikan di waduk. Hal ini sangat bermanfaat bagi warga sebagai sumber pangan dan penghasilan tambahan,” kata Presiden.
Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Madiun Basito mengatakan, dengan penanaman jutaan bibit pohon, lahan kritis di daerahnya diperkirakan bisa berkurang sekitar 3.000 hektar pada tahun 2010. Lahan kritis yang masih tersisa sekitar 6.500 hektar.

