NGAWI, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji memfokuskan pembangunan di daerah aliran Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas selama lima tahun ke depan. Pembangunan tidak semata untuk mencegah banjir tetapi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Presiden menyampaikan hal ini saat memberikan pidato sambutan dalam acara sosialisasi pelaksanaan program kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II dan peresmian proyek-proyek infrastruktur di Jawa Timur, di Terminal Kertonegoro, Ngawi, Senin (18/1/2010).
Presiden mengatakan, selama lima tahun ke depan, sejumlah upaya akan dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mencegah banjir akibat luapan kedua sungai besar di Pulau Jawa itu. Upaya itu diantaranya dengan pembangunan tanggul.
Namun di samping terus berupaya mencegah banjir, sejumlah langkah akan dilakukan untuk lebih memaksimalkan potensi dari kedua sungai tersebut. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.
"Air sungai bisa dipakai untuk sumber pembangkit listrik. Air sungai bisa juga diolah, sehingga bisa menjadi sumber air baku untuk warga. Banyak fungsi kalau aliran sungai ini terus dikembangkan," katanya.
Belum lagi kalau dibangun embung atau bendungan di daerah aliran sungai. Embung atau bendungan tidak hanya bisa mengurangi potensi banjir tetapi juga bisa dimanfaatkan mengairi areal pertanian, tempat budidaya ikan, dan kawasan wisata.

