Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 23:48 WIB
Kadin: CAFTA Relatif Tak Ganggu Pertumbuhan Ekonomi
Icha | made | Selasa, 12 Januari 2010 | 20:57 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Sandal buatan China dari bahan baku plastik silikon yang murah, tahan air, dan menarik perhatian karena warnanya yang cerah menjadi produk primadona di pasar-pasar tradisional, seperti di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin 11/1/2010.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi atau LP3E Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai bahwa perdagangan bebas China-ASEAN (CAFTA) relatif tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2010. Hal itu disampaikan Ketua LP3E Kadin Faisal Basri saat jumpa pers "Prospek dan Tantangan Ekonomi 2010" di Wisma Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (12/1/2010).

"Karena secara keseluruhan tidak terlalu mengganggu. Ada atau tidak FTA, PR kita harus segera diselesaikan," ujar Faisal Basri.

Menurut Faisal, pengaruh CAFTA yang menghapus pajak masuk barang China dan ASEAN dinilai kecil karena Indonesia sudah mulai menurunkan pajak masuk barang secara bertahap sejak 1998. "Sudah lama di bawah 10 persen, kecuali gula, beras, sedikit sekali. Tanpa ada CAFTA sudah lama kan, pajak masuk di bawah 10 persen? Apa pengaruhnya dari 5 persen diturunkan menjadi 0?" kata Faisal.

Faisal Basri juga mengatakan, sebelum memutuskan kebijakan pajak masuk 0 persen untuk China, pemerintah telah melakukan negosiasi tukar-menukar keuntungan. "Indonesia kasih 0 persen untuk cabe, ditukar kakao 0 persen masuk China," katanya.

Namun, Faisal Basri sebagai perwakilan Kadin menyesalkan jika proses negosiasi perdagangan tersebut tidak transparan. "Lobi-lobi itulah yang harus transparan. Kadin inginnya transparan," imbuh Faisal.

Kadin juga menilai bahwa CAFTA tidak dapat dihindari. Mau tidak mau, Indonesia akan menghadapi CAFTA. Namun yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan industri Indonesia agar memiliki daya saing menghadapi negara lain.

Pengaruh CAFTA yang menghapus pajak masuk barang China dan ASEAN dinilai kecil.