Kamis, 9 September 2010
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Papua Masih Butuhkan Banyak Pesawat
Selasa, 12 Januari 2010 | 09:35 WIB
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK)
Gambaran sulitnya transportasi di sebagian wilayah Papua.

JAYAPURA, KOMPAS.com — Provinsi Papua yang sebagian besar merupakan pegunungan terjal dengan lembah yang dalam dan curam masih membutuhkan banyak pesawat udara sebagai sarana utama yang menghubungkan satu daerah dengan lainnya.
    
"Saat ini hingga 10 sampai 15 tahun ke depan, 'jembatan udara' menjadi pilihan utama sebagai sarana transportasi untuk menunjang pembangunan di Papua," kata Setya Graha, Direktur Utama Unitrade Persada Nusantara, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan dan angkutan udara, di Jayapura, Selasa (12/1/2010).
    
Satya Graha menjelaskan, sebagian masyarakat mendiami lembah-lembah pegunungan terjal yang tingginya rata-rata mencapai lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Ia memberi contoh Kabupaten Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, dan Tolikara yang merupakan bagian dari kompleks Pegunungan Tengah Papua.
    
Masyarakat pegunungan seharusnya berhak menikmati pembangunan dengan tersedianya pelayanan publik secara optimal, yaitu terpenuhinya kebutuhan dasar hidup, seperti pelayanan pendidikan, kesehatan, dan informasi yang sama dengan daerah lainnya di Papua dan di luar Papua.
    
Namun, infrastruktur berupa jalan darat belum tersedia sehingga menyulitkan akses pembangunan bagi masyarakat pedalaman. Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah dan masyarakat Papua memanfaatkan angkutan udara untuk memperlancar keluar-masuknya barang, jasa, dan orang dari satu daerah menuju daerah lainnya.
    
Menurut Satya, agar roda pembangunan di Papua dapat berputar lebih baik dengan menggunakan transportasi udara, pemerintah daerah seharusnya melakukan penguatan kapasitas airstrip atau lapangan terbang perintis, terutama di titik-titik pengangkutan logistik di daerah pedalaman.

Penulis: ABI   |   Editor: Abi   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.