Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 23:40 WIB
Kurangi Beban Subsidi, Tarif Prangko Bakal Naik
Dwi Bayu Radius | ksp | Senin, 4 Januari 2010 | 21:10 WIB
|
Share:

BANDUNG, KOMPAS.com — Manajemen PT Pos Indonesia (Persero) menargetkan pendapatan sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2010. Jumlah itu naik dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp 2,5 triliun karena badan usaha milik negara itu optimistis bisnis pos akan semakin baik.

Wakil Direktur Utama PT Pos Indonesia Sukatmo Padmosukarso di Bandung, Senin (4/1/2010), mengatakan, pendapatan tersebut terus naik dibandingkan tahun 2008 sekitar Rp 2,4 triliun. Pendapatan utama PT Pos Indonesia pada tahun 2009 didapatkan dari surat sebesar 54 persen.

Pendapatan lain yakni logistik sebesar 6 persen, jasa keuangan sebesar 34 persen, dan penyewaan gedung serta ruang sekitar 6 persen. Bidang logistik dan jasa keuangan akan lebih difokuskan pada tahun 2010 sehingga diharapkan meningkat masing-masing menjadi 9 persen dan 40 persen.

Saat ini, PT Pos Indonesia mengupayakan agar harga prangko dinaikkan untuk mengurangi beban subsidi public service obligation atau kewajiban melayani masyarakat. Harga tersebut belum berubah sejak tahun 2002 yakni sebesar Rp 1.500 untuk prangko standar.

"Prangko itu bisa mengirimkan surat ke mana saja di Indonesia, tapi saya belum dapat menyebutkan angka kenaikan harga yang diharapkan," katanya.