Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 13:10 WIB
Jalan Kopo Tergenang
Eko Hendrawan Sofyan | msh | Sabtu, 2 Januari 2010 | 17:23 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/EKO HENDRAWAN
Banjir cileuncang yang memenuhi ruas jalan Kopo menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut nyaris terputus.

BANDUNG, KOMPAS.com- Hujan yang mengguyur Bandung, Sabtu (2/1/2010), sore langsung menyebabkan banjir cileuncang atau genangan air di jalan di sejumlah ruas jalan hingga memutuskan jalur kendaraan.

Banjir cileuncang yang paling parah menerjang kawasan ruas jalan Kopo, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, dengan ketinggian mencapai hampir sepinggul orang dewasa. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan total dan nyaris memutuskan jalur di kawasan tesebut.

Berdasarkan pemantauan Kompas.com, hanya kendaraan besar, seperti bus dan truk yang mampu melewati genangan air tersebut. Sedangkan kendaraan jenis sedan dan motor justru memilih memutar arah. Jalur ruas jalan Kopo yang tadinya searah akhirnya menjadi dua arah. Alhasil, kemacetan pun tak bisa dihindarkan.

Pemantauan Kompas.com, genangan di kawasan itu selalu terjadi setiap kali turun hujan. Selain karena luapan sungai Cetarip, genangan juga timbul karen buruknya sistem drainase, ditambah dengan kebiasaan buruk warga seenaknya membuang sampah.

Usaha Pemerintah Daerah untuk mengurangi genanangan air pasca-hujan, sebenarnya telah dilakukan dengan memperbaiki gorong-gorong di ruas jalan tersebut. Namun hal tersebut tak memberi pengaruh besar.

Kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke aliran sungai ikut memberi kontribusi dalam mengakibatkan berulangnya masalah banjir setiap hujan deras mengguyur kawasan tersebut. "Dari dulu sampai sekarang lokasi ini mah sudah jadi langganan banjir, seperti enggak ada solusi. Aparat pemerintah setempat kurang serius menyikapi masalah ini," ujar salah seorang warga, H Asep Saepudin, dengan nada kesal.

Ketika berita ini ditulis, hujan kembali mengguyur kawasan Bandung, setelah sebelumnya sempat mereda.